Begini Pandangan Rossi Soal Kekuatan Yamaha Dibanding Honda-Ducati!

ktm indonesia

Valentino Rossi dan Maverick Vinales membawa Yamaha meraih 5 podium beruntun di 5 seri terakhir sebelum paruh musim. Hasil tersebut membawa dua pembalap tim biru itu di posisi dua dan tiga klasemen pembalap di bawah pembalap Honda, Marc Marquez namun masih di atas pembalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo. Bagaimana pandangan Rossi tentang kekuatan Yamaha dibanding dua rivalnya itu?

Walau meraih total 7 podium di 9 balapan, namun baik Rossi maupun Vinales masih belum mampu mencetak kemenangan. Total sudah 19 seri Yamaha belum menang juga, rekor terburuk kedua mereka di balap grand prix. Keunggulan mereka di klasemen dari pembalap lain bisa dibilang ‘hanyalah’ soal konsistensi. Namun, jika bicara performa Yamaha M1 masih kalah dari Ducati GP18 dan RC213V.

Rossi menganggap keberhasilan mereka naik podium dan berada di posisi dua klasemen pembalap serta memimpin klasemen tim adalah lebih karena faktor sirkuit yang cenderung bersahabat dengan motor M1. Bicara soal perebutan gelar juara, the doctor pesimis dengan peluangnya. Apalagi kondisi YZR-M1 kini terlihat inferior dibanding RC213V yang begitu superior di tangan Marquez. Desmosedici GP18 juga masih dianggap selangkah lebih maju dari M1.

Rossi telah berulang kali mengeluhkan soal akselerasi M1 yang sangat buruk dimana kondisi ini bersumber dari perangkat elektronika dalam setahun terakhir.

“Bagi saya, situasinya sangat jelas. Tim pabrikan Ducati dan Marquez sangatlah kuat, dan kami bermasalah,” simpul The Doctor. “Kami bergantung pada grip dari tiap trek, bagaimana kondisi grip yang dimiliki tiap trek, di mana kami dapat kompetitif dan bertarung untuk podium,” ungkap Rossi seperti dikutip dari motorsport.com (23/7/2018).

Tim Tes Yamaha Eropa

Keluhan Rossi soal elektronika M1 nampaknya mulai direspon Iwata dengan rencana mereka membentuk tim tes Eropa. Menurut tmcblog.com (23/7/2018), tim tes MotoGP Yamaha yang berbasis di Eropa itu telah membidik dua nama pembalap yakni Jonas Folger dan Bradley Smith. Keduanya punya pengalaman dengan Yamaha M1 ketika memperkuat Yamaha Tech 3.

Musim ini masih tersisa 10 seri, Rossi dan Vinales masih punya kesempatan untuk mengejar ketertinggalan dari Marquez. Namun, tentu saja jika masalah elektronika M1 telah teratasi. Jika tidak, tidak saja Marquez tidak akan terkejar, malah mereka bisa saja disalip pembalap Ducati.

Advertisements