Dimas Ekky Sempat Akan Direkrut SIC Racing, Namun Ditolak Malaysia!

Cak, ada kabar cukup mengejutkan dari balap grand prix Moto2 dimana nama pembalap Indonesia, Dimas Ekky Pratama, disebut-sebut nyaris menjadi pembalap reguler Moto2 musim ini. Namun, sayang gara-gara kementerian pemuda dan olahraga Malaysia, momen bersejarah itu batal terjadi.

“Mungkin sebab apa yang dimaklumkan kepada saya adalah sponsor-sponsor di motor Moto2 kita berkait dengan Kerajaan Malaysia. Jadi (mereka) tidak mau Dimas berkaitan dengan sponsor Kerajaan Malaysia, (yang mana) di situ kami ada Kementerian Pemuda dan Olahraga,” ungkap CEO Sepang International Circuit, Dato’ Razlan Razali seperti dikutip dari motorsport.com (27/7/2018).

Ya, konon menurut Razali, nama Dimas Ekky sempat diincar tim Moto2 SIC Racing Team untuk menggantikan posisi Zulfahmi Khoiruddin yang memilih mundur usai tampil di bawah ekspektasi selepas ditunjuk menggantikan Hafizh Syahrin di awal musim. Ya, sebelum memutuskan merekrut pembalap Finlandia, Niki Tuuli, SIC Racing Team tertarik untuk merekrut Dimas Ekky.

Ya itu, sayangnya SIC Racing Team bukanlah tim milik individu melainkan punya pemerintah Malaysia. Sehingga semua keputusan penting, termasuk perekrutan pembalap, harus atas restu kerajaan Malaysia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dan, keputusannya nama Dimas Ekky diblok alias ditolak.

Hanya bisa ngelus dada, cak. Mau marah juga gak banget, lha wong posisi SIC Racing adalah sebagai pihak yang 100% punya kuasa menentukan line up pembalapnya. Kalau mau marah atau emosi ya harus dialamatkan ke pemerintah kita yang tidak mau turun langsung seperti negeri jiran itu.

Terkadang memang, skill dan kemampuan saja tidak cukup bagi seorang pembalap untuk menembus dunia bisnis berbalut balapan seperti MotoGP atau F1. Contoh nyata bisa dilihat dari sosok Rio Haryanto di dunia Formula One. Uang menjadi senjata penentu untuk menembus dunia elit itu. Ketika sokongan dana cekak, tengah musim pun bisa diberhentikan membalap. Andaikan Indonesia punya tim balap seserius dan sekuat pendanaannya seperti SIC Racing Team, kasus Dimas Ekky tentu tidak akan terjadi.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.