Yamaha Susah Menang Karena Ada Marquez, Ini Faktanya!

ktm indonesia

Dominasi Marc Marquez musim ini menggambarkan dua hal. Pertama soal performa motor yang mumpuni, kedua soal pembalap dengan skill luar biasa. Untuk mendapatkan dua faktor itu dalam satu paket, rasanya agak mustahil walau bukan tidak mungkin terjadi seperti di jamannya Rossi-Lorenzo di Yamaha tahun 2009 atau duet Marquez-Pedrosa 2013 silam. Tapi, musim ini rasanya menemukan hal itu sangat sulit. Dominasi Marquez ternyata bukanlah karena paduan skill pembalap dan paket motor, tapi hanya salah satunya!

Adalah laman motorsport.com (29/7/2018) yang mengulik data statistik tim-tim MotoGP termasuk sampai di sebuah kesimpulan bahwa faktor Marquez-lah yang lebih dominan menjadi penentu dominasi dibanding performa motor. Bisa dibilang, Marquez berjuang sendirian mengangkat pamor Honda di MotoGP musim ini, tentu saja tanpa mengesampingkan peran Pedrosa dan pembalap-pembalap tim satelit lainnya. Silahkan simak data berikut:

Rata-rata poin Honda dari 6 pembalapnya adalah 53,67 poin. Rataan ini jauh di bawah Suzuki, Ducati apalagi Yamaha. Oke, misal kita anggap jumlah pembalap tim satelit Honda lebih banyak dibanding Yamaha atau Suzuki, kita buat perbandingannya menjadi 2 pembalap utama + 2 pembalap tim satelit terbaik. Hasilnya sebagai berikut:

Honda
Marquez – Pedrosa – Crutchlow – Morbidelli = 78,0

Yamaha
Rossi – Vinales – Zarco – Syahrin = 84,5

Ducati
Dovizioso – Lorenzo – Petrucci – Miller = 78,5

Honda masih kalah dibanding Ducati dan Yamaha. Hal tersebut bisa menggambarkan hanya Marquez yang bisa mengoptimalkan RC213V edisi 2018 ini. Ini bisa dilihat dari fakta bahwa 5 dari 6 kemenangan Honda hingga paruh musim dipersembahkan Marquez. Bisa dikatakan juga bahwa motor RC213V hanya cocok untuk Marquez. Buat pembalap lain? Mungkin hanya Crutchlow yang bisa mendekati Marquez, itupun cukup jauh gapnya.

Bandingkan dengan Yamaha. M1 selama ini memang dikenal motor yang ‘ramah’ bagi pembalap, bahkan bagi rookie sekalipun. Data di atas menunjukkan hal itu memang benar. Walau belum pernah menang hingga setahun lebih termasuk di musim ini, pembalap-pembalap Yamaha memiliki poin yang besar. Rata-rata tiap pembalap Yamaha mengoleksi 84,5 poin. Bisa dikatakan, faktor yang menggagalkan kemenangan Yamaha sejauh ini hanyalah performa ‘edan’ Marquez bersama RC213V.

 

Seperti misalnya di seri ketiga di Austin. Ketika Vinales punya kans menang, justru Marquez yang sukses meraih podium tertinggi, Vinales kedua. Di Jerez pun begitu, Zarco yang impresif lagi-lagi takluk dari Marquez. Terakhir di Sachsenring, bagaimana Rossi yang sempat mendekati Marquez di pertengahan lomba, akhirnya tak mampu membendung sang juara bertahan untuk meraih kemenangan kelimanya di paruh musim.

Advertisements

4 Comments

  1. Saking kental nuansa puja puji yamaha dan jatuhin honda.
    Nulis ducati jadi kawasaki.
    Semangat gan..rasa benci ga pernah bisa bikin idup tenang

    • waduh… makasih koreksinya cak. Btw, itu katanya motorsport.com lho cak, saya cuma menambahkan dikit. Kalau gak trima ya gpp cak, faktanya mmg motor rc213v tidak ramah untuk semua pembalap honda, kecuali marquez saja

  2. mungkin nggak sih kalo honda itu ngembangin motor dengan marquez sentris, secara dilihat dari gaya balapnya cocok banget buat marquez yang super late braking, mirip sama gaya balapnya stoner dulu..
    btw tolong diralat, salah ketik kawasaki dengan ducati di bagian perbandingan rerata point.

Comments are closed.