Panas… Vinales Ingin Pisah Akhir Musim, Forcada Malah Ingin Berakhir di GP Ceko!

ktm indonesia

Keretakan hubungan Maverick Vinales dan sang kepala mekanik Ramon Forcada kembali muncul ke permukaan. Bahkan, Yamaha harus turun tangan untuk meredam timbulnya kontroversi yang berkepanjangan.

Jelang sesi pembuka MotoGP Ceko dimulai, Jumat, kepada media Vinales menyebut akhir musim akan berpisah dengan Forcada. Namun, kepada Movistar Forcada justru mengaku Vinales tidak pernah berkata apa-apa, termasuk soal perpisahan, kepada dirinya. Mungkin, karena saking kesalnya melihat Vinales lebih senang bicara ke media dibanding langsung ke dirinya, Forcada bahkan menyebut balapan di Ceko ini bisa menjadi balapan terakhir mereka berdua!

Panas dong… Yamaha yang pusing sebab hubungan pembalap dan kepala mekanik tentu menjadi tanggung jawab mereka. Apalagi kini Yamaha tengah dalam situasi yang sulit tanpa kemenangan di 19 seri, menuju rekor terburuk mereka yakni 22 kali tanpa kemenangan di tahun 1996-1997.

Saking pusingnya, Lin Jarvis sampai turun tangan untuk berbicara dengan Vinales selepas kualifikasi Sabtu (4/8/2018) sehingga sesi media debrief Vinales tertunda selama 20 menit. Ketika Vinales muncul, para jurnalis diiperingatkan untuk tidak bertanya apapun soal Vinales kecuali apa yang terjadi di lintasan.

Wah, kacau bener nih Vinales dan Forcada. Padahal Forcada ini bukanlah kepala mekanik ecek-ecek. Ia sudah 30 tahun di Yamaha dan pernah bekerja sama dengan pembalap hebat macam Jorge Lorenzo, hasilnya 3 titel juara dunia sukses direbut x-fuera di bawah arahan Forcada. Tapi, memang tidak selalu cocok dengan si A akan berlaku sama juga dengan si B. Kali aja Vinales akan lebih pas dengan mekanik lain.

Dan dilansir motorsport.com (5/8/2018), ternyata Vinales sudah memiliki calon kepala mekanik baru untuk menggantikan Forcada yaitu Esteban Garcia. Garcia ini adalah kepala mekanik Bradley Smith di KTM saat ini. Dan, musim depan Smith akan didepak KTM sehingga Garcia available.

Masalah Yamaha sejak musim lalu, sebenarnya sejak 2016 ketika Dorna membuat regulasi satu ECU, memang seolah tidak pernah habis. ECU belum juga klop dengan M1, eh kini ditambah masalah internal Vinales-Forcada. Lalu, bagaimana tanggapan Valentino Rossi?

“Saya tidak tahu banyak tentang itu. Sangat sulit untuk menciptakan suasana yang baik ketika Anda akan berpisah pada akhir musim,” tuh katanya.

Ya seharusnya memang begitu komentar Rossi. Rossi juga mengaku sedih dengan nasib Forcada yang disebutnya sebagai teknisi hebat, khususnya menyangkut soal suspensi. Selain itu, Rossi berharap Forcada tidak akan lepas dari Yamaha jika memang berpisah dengan Vinales. Rumornya sih, Rossi akan menarik Forcada untuk menjadi kepala mekanik anak didiknya, Franco Morbidelli, di tim satelit Yamaha, SIC Racing musim depan.

Seru nih jika Forcada memang jadi kepala mekanik Morbi. Ia bisa mengerahkan segala kemampuan dan pengetahuannya untuk menjadikan Morbi lebih baik dari Vinales, anggap saja sebagai ‘sarana balas dendam’ kepada Vinales hahahaha…

Advertisements