Wuih… Ternyata Dovizioso Menang Karena Mempermainkan Pembalap Lain

ktm indonesia

Andrea Dovizioso secara brilian memenangi pertarungan sengit dengan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez untuk merebut kemenangan keduanya musim ini di MotoGP Ceko 2018. Pembalap Italia itu unggul 0,1 detik dan 0,3 detik dari dua rivalnya itu. Keunggulan Dovi tidak lepas dari kecerdasannya dalam mengelola balapan.

Ya, di awal-awal race catatan waktu para pembalap rombongan depan tercatat lebih lambat sekitar 1 detik dari catatan saat latihan. Dovi yang memimpin balapan melakukannya untuk menghemat ban, dan ‘diikuti’ pembalap lain. Dengan kata lain, Dovi mendikte pembalap-pembalap di belakangnya.

Dovizioso membeberkan ia coba mengacaukan para pembalap di belakangnya dengan memainkan catatan waktunya, ia memvariasikan catatan waktunya mulai dari 1 menit 57 detik sedang menuju 1 menit 56 tinggi, dan lalu 1 menit 57 tinggi dalam waktu tiga lap.

Dovi melakukan itu tujuannya untuk memisahkan rombongan depan dengan di belakangnya sehingga rombongan depan lebih sedikit. Sebab, menurutnya, akan lebih baik memiliki sedikit pesaing di lintasan, terutama ketika tengah mengelola ban.

“Selalu lebih baik untuk memiliki sedikit pembalap saat Anda bertarung untuk kemenangan, khususnya saat Anda coba mengelola ban,” ungkap Dovi seperti dikutip dari motorsport.com (6/8/2018).

Strategi yang brilian, sebab pada akhirnya di akhir-akhir balapan, Ia ‘hanya’ memiliki dua pesaing utama yakni Marquez dan Lorenzo yang hanya berjarak nol koma sekian detik saja. Sedangkan tiga pesaing lainnya, Rossi, Crutchlow dan Petrucci sudah 2-3 detik di belakangnya.

Di akhir balapan, statistik menunjukkan bahwa Dovi memimpin 18 dri 21 lap MotoGP Ceko, artinya strategi yang dilakukannya sukses besar. Tercatat, hanya Rossi yang bisa menggusurnya dari urutan terdepan di lap 9-11.

Sebenarnya strategi mirip pernah diterapkan Dovi di Sachsenring lalu. Tujuannya sama yakni menghemat ban, tapi bedanya di Sachsenring Ia mengelola ban dengan mengurangi gas di tikungan cepat dan nge-push di tikungan lain, namun sayang strategi uni tersebut justru senjata makan tuan. Ulasannya di sini.

Advertisements