Merubah Strategi Balap, Jorge Lorenzo Tidak Lagi ‘Cengeng’ Di Brno!

Cak, baru ‘ngeh’ nih kalau ada yang berbeda dari penampilan Jorge Lorenzo di MotoGP Ceko akhir pekan lalu. Selama ini gaya balap Lorenzo itu jika sudah di depan akan ngacir. Pilihannya dua, touring sendirian di depan atau di akhir-akhir balapan perlahan tapi pasti disalip pembalap lain. Namun, di Brno situasi itu tidak terlihat dari penampilan Lorenzo.

X-Fuera memang dikenal dengan pembalap yang kompetitif selepas start. Dua kemenangan di Mugello dan Catalunya kemarin menggambarkan situasi tersebut. Tapi, di Brno 3 kali juara dunia itu menampilkan sesuatu yang berbeda. Ia terlihat santai selepas start. Tidak ada serangan yang terlihat di awal-awal layaknya Lorenzo yang kita kenal.

Pembalap Ducati itu terlihat mengintai di posisi 3 atau 4. Ia melakukan strategi itu salah satu tujuannya untuk menghemat ban. Kemudian, ketika timingnya tepat, Lorenzo kemudian menghadirkan tekanan hebat bagi dua pesaing terdekatnya itu, Dovizioso dan Marquez.

“Kali ini saya perlu mengubah strategi, terutama karena saya memiliki beberapa masalah untuk menyelesaikan balapan pada ban depan di sisi kanan.¬†Saya memutuskan tetap di posisi ketiga dan keempat begitu lama, untuk menghemat energi dan menghemat ban,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari motorsport.com (6/8/2018).

Hasilnya, walau tidak mampu menang namun Lorenzo bisa menyalip Marquez di akhir-akhir putaran untuk mengunci posisi runner up di belakang rekan setimnya, Dovi.

Persaingan ketat di MotoGP memang memaksa pembalap untuk beradaptasi dengan kondisi di trek. Faktor ban hingga performa rival harus diperhitungkan dengan matang sebelum sebuah keputusan akhir diambil guna mengambil kesempatan menang. Dan, Lorenzo sudah membuktikan hal tersebut.

Di Brno kita tidak melihat lagi sosok Lorenzo yang gahar melaju kencang di awal-awal lomba namun tiba-tiba ‘cengeng’ ketika mulai merosot dan disalip pembalap lain satu per-satu.

Lorenzo sangat bisa menerapkan strategi itu sebab didukung performa Desmosedici GP18 yang memiliki tenaga buas. Sehingga ketika dibutuhkan untuk full throttle memburu lawan potensi itu bisa maksimal dikeluarkan. Bisa kita lihat bagaimana Lorenzo mempecundangi Marquez di last lap Brno kemarin.

Advertisements