MotoGP Austria, Rossi: “Masalah Yamaha Sangat Serius Tidak Hanya di Elektronik”

Yamaha secara mengejutkan publik meminta maaf kepada dua pembalapnya sehingga menyebabkan perdebatan dan sedikit kebingungan di paddock MotoGP. Membingungkan karena saat itu Yamaha tengah memimpin klasemen konstruktor, runner up pembalap dan menempatkan satu motornya (M1 Zarco) di baris kedua, mengapa juga perlu minta maaf, kira-kira begitu. Ternyata, alasan yang diberikan oleh Yamaha adalah karena posisi grid ke-12 dan 14 untuk rider factory team Maverick Vinales dan Valentino Rossi. Lalu, sebenarnya mengapa mereka minta maaf?

Jawabannya ternyata muncul usai balapan MotoGP Austria 2018. Adalah Valentino Rossi yang mengungkapkannya. Selama ini yang muncul di permukaan masalah utama Yamaha M1 sejak musim lalu adalah elektronik. Hal itu sudah berungkali diungkapkan Rossi dan Vinales. Tapi, di Austria masalah Yamaha ternyata tambah rumit. Tidak hanya elektronik yang menjadi handicap, tapi juga mesin!

“Bagi saya, sasis motor kami bagus,” jawab Rossi seperti dikutip dari crash.net (12/8/2018). “Tapi saya setuju dengan Anda, ini bukan hanya tentang elektronik, ini tentang mesin. Karena jika Anda pergi ke trek, Honda dan Ducati sangat berubah, sangat banyak dalam setengah tahun terakhir dan itu adalah kombinasi antara mesin dan elektronik. Sulit untuk memahami persentase masing-masing, tapi itulah caranya.”

Saking parahnya perbedaan kecepatan Yamaha-nya Rossi dengan Ducati-nya Lorenzo sang pemenang, aksi heroik Rossi yang start dari posisi 14 kemudian melakukan overtake pembalap lain satu persatu hingga akhirnya finish keenam, jarak dengan pembalap terdepan adalah 14 detik! Jika dikalkulasi, itu berarti 0,5 detik per-lap!

“Ini adalah kenyataan sekarang dan bagi saya itu adalah perbedaan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir,” kata Rossi.

Rossi kemudian menjelaskan mereka adalah tim pabrikan, seharusnya lawannya adalah tim pabrikan juga, bukan tim satelit seperti yang terjadi di Austria kemarin.

“Tapi kami adalah pabrik Yamaha. Jadi kita harus melihat tim pabrikan Honda dan Ducati. Kami harus membandingkan dengan mereka, tidak dengan motor lain [tim independen] dan pada saat ini kami berada dalam posisi yang kurang menguntungkan,” tutup Rossi.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.