KTM Peringatkan Pol Espargaro, Waduh Kenapa Ya?

ktm indonesia

Memang menarik jika membandingkan antar pembalap dalam satu tim dengan masa depan berbeda. Seperti Marquez vs Pedrosa di tim Repsol Honda dimana Marquez jelas masih akan menjadi andalan Honda di musim mendatang dibanding Pedrosa yang memutuskan pensiun. Di KTM sedikit berbeda namun mirip yakni antara Pol Espargaro yang dipertahankan tim asal Mattighofen musim depan dan Bradley Smith yang ditendang akhir musim nanti. Seperti apa performa keduanya sepanjang 11 seri musim ini? rideralam.com mencoba merangkumnya, cekidot.

Bradley Smith finish ke-10 di Sachsenring

Pada dasarnya keputusan KTM untuk mempertahankan Pol sudah benar jika dilihat performa pembalap Spanyol itu hingga paruh musim. Apalagi jika dibandingkan Smith yang ternyata masih kalah dari rekannya itu. Namun, sejak cedera yang menimpa Pol di Sachsenring, Jerman hingga memaksanya absen di Brno dan Red Bull Ring, justru performa Smith meningkat.

Silahkan simak grafis perbandingan performa Pol Espargaro dan Bradley Smith di 11 Seri pertama musim ini berikut:

Ya, Smith mencatatkan posisi start lebih baik dari Pol di tiga dari empat seri sejak Catalunya. Bahkan, di Sachsenring ketika Pol absen, Smith justru menghasilkan prestasi terbaik KTM musim ini yakni bisa finish top 10. Pol maksimal hanya finish ke-11 di lima kesempatan. Namun, sekali lagi memang overall performa Pol masih lebih baik dari Smith.

Lalu, apakah KTM puas dengan performa Pol? Secara umum iya, namun di akhir-akhir KTM justru memberikan peringatan kepada adik Aleix Esparagaro itu untuk memperbaiki performanya.

“Saya pikir dengan Pol, khususnya akhir-akhir ini, kami tidak begitu senang dengan beberapa hal yang dikerjakannya. Dan kami harus membicarakan ini, saya melihat ia tidak mengerahkan kemampuan terbaiknya,” ujar Pit Beirer, sang Bos KTM.

Pol Espargaro harus buktikan KTM tidak salah pilih

Beirer menilai Pol tidak memaksimalkan potensinya sehingga perlu diperingati untuk memperbaiki diri. Sebab, menurut Beirer, Pol masih bisa lebih baik dari yang dicapainya saat ini. Ia menilai Pol merupakan pembalap bertalenta dan kencang.

“Jika seorang pembalap tidak memiliki talenta dan tidak bisa lebih kencang, kami tidak akan memintanya melaju lebih kencang. Karena ia akan terjatuh atau hal lainnya. Tapi Pol bisa lebih baik. Dan ia perlu melakukannya lebih baik,” tambah Beirer seperti dikutip dari motorsport.com (17/8/2018).

Wah, jika Pol tidak segera memperbaiki performanya, bukan tidak mungkin musim depan posisinya sebagai pembalap utama KTM akan direbut Johann Zarco yang akan menjadi partnernya.

Johann Zarco siap ambil alih posisi Pol Espargaro
Advertisements