Sejarah Baru, Yamaha Sediakan YZR-M1 Factory Spec Untuk SIC Racing!

ktm indonesia

Di luar persaingan para pembalap di trek Silverstone, kabar terbaru dari MotoGP adalah soal konfirmasi SIC Yamaha sebagai tim satelit dengan didukung Petronas sebagai sponsor utama sekaligus secara resmi memperkenalkan dua pembalapnya, Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo mulai musim 2019 nanti. Tidak hanya itu, Yamaha juga mengonfirmasi spek motor untuk keduanya. Hemm… menarik nih.

Yes, walau selama ini semua informasi di atas sudah seliweran di dunia maya, namun ketika pengumuman belum resmi disampaikan pihak terkait, maka semuanya masih sebatas rumor. Dan, menurut crash.net (24/8/2018) rumor tadi telah berubah status menjadi official alias resmi.

Dalam konferensi pers di Silverstone Jumat, (24/8/2018) SIC Racing telah mengumumkan akan diperkuat Morbidelli-Quartararo serta disponsori perusahaan minyak dan gas (migas) asal Malaysia, Petronas.

Sejarah Baru Yamaha di MotoGP

Untuk pertama kalinya, Yamaha akan mensuplai YZR-M1 spek pabrikan terbaru untuk tim satelitnya mulai musim depan. Petronas Yamaha Sepang Racing Team sebagai tim satelit Yamaha akan mendapatkan dua M1 yang mereka sebut M1 spek A dan M1 spek B.

M1 spek A merupakan M1 yang digunakan oleh Valentino Rossi dan Maverick Vinales alias M1 dengan spek terbaru dan terkini. Di tim satelit Yamaha nanti, M1 spek A ini akan diserahkan kepada Morbidelli. So, di lintasan MotoGP 2019 nanti akan ada 3 M1 spek A; M1 #46, M1 #25 dan M1 #21.

Sedangkan M1 spek B adalah M1 yang digunakan setahun sebelumnya, ya seperti yang diterima Yamaha Tech 3 saat ini. Artinya M1 spek B merupkan M1 untuk kompetisi 2018 yang digunakan Rossi dan Vinales musim ini. Quartararo akan menggunakan motor ini musim depan.

Skema di atas sebenarnya bukan hal baru. Honda dan Ducati sudah menerapkannya sejak musim lalu. Di Honda, Cal Crutchlow yang mendapatkan RC213V terbaru di LCR Honda, sedangkan Takaaki Nakagami RC213V setahun lebih tua usianya. Di Ducati ada Danilo Petrucci yang mendapatkan Desmosedici GP18 di Pramac Racing, sedangkan rekan duetnya, Jack Miller mendapatkan GP17.

Jadi, musim depan akan ada 5 pembalap berstatus pembalap tim satelit tapi dengan motor spek terkini pabrikan. Selain Morbidelli dan Crutchlow, Miller akan mendapatkan GP19 dan Johann Zarco dengan Hafizh Syahrin dengan KTM RC16 terbarunya.

Alasan Jarvis

Bos Movistar Yamaha, Lin Jarvis, memberikan alasan soal dua motor M1 di SIC Yamaha musim depan. Ia menyebut M1 spek A untuk Morbidelli merupakan pilihan tepat untuk musim keduanya di MotoGP. Jarvis ingin memberikan Morbidelli kesempatan bertarung di barisan depan dibanding apa yang telah diperolehnya dengan motor Honda musim ini.

“Saya pikir bahwa pilihan motor spek A untuk Franky (Morbidelli) memberinya kesempatan optimal di tahun kedua untuk bertarung di depan, jadi mari kita lihat apakah dia bisa melakukannya. Saya pikir dia akan melakukan yang lebih baik di Yamaha daripada yang dia lakukan pada Honda saat ini,” ungkap Jarvis.

Sedangkan bagi Quartararo, spek B dirasa sudah cukup. Menurut Jarvis, pembalap Prancis itu belum membutuhkan motor dengan teknologi terbaru. Kebutuhannya sebagai rookie di musim perdana adalah belajar beradaptasi, memahami kompetisi, mendapatkan banyak informasi agar dirinya bisa berkembang.

“Di sisi lain, untuk Fabio (Quartararo), saya pikir untuk motor spek B adalah pilihan yang tepat. Karena Fabio tidak membutuhkan semua teknologi dan perkembangan terbaru saat ini, dia harus memiliki musim yang baik, belajar, mencari, mengumpulkan informasi, dan membuat kemajuan sendiri. Jadi saya pikir ini adalah pilihan yang baik oleh tim,” tambah Jarvis.

Tapi, walau beda spek Jarvis menjamin kedua motor akan mendapatkan dukungan teknis yang sama dari Iwata berupa dua insinyur untuk masing-masing pembalap.

Ada Uang Ada Barang!

Lalu, kenapa Yamaha mengubah “pendiriannya” soal motor untuk tim satelit musim depan? Jarvis kemudian membeberkan bahwa keputusan pihaknya memberikan M1 spek A untuk SIC Yamaha lebih karena kemampuan finansial SIC. SIC mau dan mampu memberikan biaya tambahan untuk memaksimalkan progress M1. Dengan kata lain, ada uang ada barang!

“Ini [motor spek A] terkait terutama dengan keinginan tim SIC, jadi saya pikir mereka ingin bersaing di barisan depan secepat mungkin, mereka ingin membuat hasil,” kata Jarvis. “Ini adalah investasi yang signifikan oleh SIC, oleh pemerintah Malaysia, tetapi juga terutama oleh Petronas, sehingga keinginan mereka untuk menjadi sekompetitif mungkin,” tutupnya.

Wah, kalau sudah begini jadi tahu kenapa selama ini Tech 3 tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. SIC tajir nih…

Oke deh, semoga SIC bisa lekas bersaing dan bertarung di baris depan di musim perdananya di kelas para raja. Harapan boleh tinggi, asa boleh menjadi yang terdepan, tapi di MotoGP tidak ada hasil instan. KTM, Aprilia dan Suzuki atau bahkan Ducati bisa dijadikan contoh bahwa kekuatan finansial tidak selalu menghadirkan kejayaan dengan cepat. Butuh kerja keras dan kekompakan tim yang luar biasa untuk menuju ke sana, dan tentu saja lucky!

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. Menunggu Dua Gebrakan Baru Yamaha di 2019 | rideralam.com

Comments are closed.