Fakta Baru Batalnya MotoGP Inggris 2018: Aspal Baru Silverstone Sudah Buruk Sejak Maret, Kenapa Tidak Dilakukan Perbaikan?

ktm indonesia

Masih soal pembatalan MotoGP Inggris, cak. Kali ini suara datang dari FIM Safety Officer yang membeberkan fakta mengejutkan bahwa permukaan aspal Silverstone memang telah memburuk sejak diaspal ulang. Dan kejadian itu sudah berlangsung sejak Maret 2018, padahal inspeksi telah dilakukan akhir Februari dan kondisi lintasan masih bagus.

Sebelumnya, race direction Mike Webb menyebut aspal baru Silvertsone menjadi penyebab utama dibatalkannya balapan. Ketika diguyur hujan, permukaan trek Silverstone membuat air gagal mengalir dengan baik, bahkan menghasilkan genangan-genangan di beberapa titik. Lalu, bagaimana mungkin kondisi aspal yang buruk bisa lolos homologasi? Apakah ada kongkalikong antara FIM dengan pengelola sikruit?

Franco Uncini selaku FIM Safety Official kemudian membeberkan fakta. Uncini mengatakan saat dirinya melakukan inspeksi akhir Februari, kondisi permukaan Silverstone tidak ada masalah – dan bahwa permukaan baru memang harus terdegradasi sementara waktu. Uncini kemudian menyebut Cal Crutchlow yang melakukan uji coba di Silverstone sebulan kemudian dimana menurut pembalap Inggris itu kondisi trek sedang penyesuaian.

“Saya datang ketika aspal baru diletakkan, pada akhir Februari,” kenang Uncini kepada motorsport.com (28/8/2018). “Pada saat saya melakukan inspeksi, aspal terlihat sangat bagus, dalam hal bump, koneksi dan juga grip”.

Salah satu pembalap Formula 1 yang cukup peka soal permukaan lintasan, Lewis Hamilton pernah mengatakan Silverstone telah buang-buang uang dengan pengaspalan ulang karena lintasannya menjadi lebih bergelombang.

Ya, usai gelaran F1 GP Inggris 6-8 Juli lalu, kondisi trek Silverstone ternyata makin buruk. Uncini yang sadar kondisi itu kemudian memberi tahu pihak Silverstone. Tapi, jarak antara F1 Inggris dan MotoGP Inggris terlalu pendek, jadi tidak mungkin dilakukan perbaikan substansial yang walaupun terlihat kecil namun sebenarnya sangat besar.

“Mimpinya adalah memiliki aspal yang sepenuhnya baru, tetapi tidak ada waktu, tidak ada kemungkinan untuk mengaspal ulang antara F1 GP dan MotoGP,” ucap Uncini.

Kelemahan proses homologasi oleh FIM muncul ketika mereka tidak bisa memeriksa kondisi trek saat basah. Dan Uncini mengakui soal itu. Uncini mengatakan ketika inspeksi dilakukan saat trek kering dan kondisi bagus, Ia menganggap saat hujan kondisi trek seharusnya sudah dipertimbangkan, yaitu soal drainase.

Satu-satunya cara adalah mempercayai pihak yang melakukan pengaspalan. “Kami hanya mempercayai perusahaan yang membuat aspal dan kami percaya sirkuit. Kami memeriksanya dan tidak bergelombang, bahwa ada grip yang baik, serta tidak ada celah di antara kerb dan aspal,” aku Uncini.

Wah, parah juga ya…

Advertisements