[Video] Kecelakaan Parah Ericsson di Monza, Gara-Gara DRS?

ktm indonesia

Sebuah kecelakaan fatal menimpa pembalap Formula 1 dri tim Sauber, Marcus Ericcson. Mobil Sauber C37 yang dikendarainya kehilangan kendali dan menabrak dinding pembatas saat latihan bebas kedua F1 GP Italia di sirkuit Monza, Jumat (1/9/2018). Beruntung, sang pembalap tidak mengalami cedera.

Ericsson tampak melaju kencang di trek lurus Monza, salah satu trek terkencang di kalender F1 musim ini. Saat melakukaan pengereman di tikungan pertama, pembalap Swedia itu nampak tidak mampu mengendalikan C37-nya yang terlihat tidak bisa me-non aktifkan DRS alias Drag Reduction System.

Mobil merah marun-putih itu kemudian berputar sekitar 2 kali setelah menghantam pagar pembatas untuk kemudian berputar di udara sebanyak 3-4 kali sebelum jatuh. Ajaibnya, Ercsson kemudian mampu keluar sendiri dari kockpit dan dibawa ke pusat medis untuk pemeriksaan kesehatan.

Penonton bertepuk tangan memberikan semangat menyambut Ericsson ketika berjalan ke garasi.

Kejadian serupa juga pernah menimpa Sauber di tahun 2001 ketika Kimi Raikkonen kala itu juga menghantam pagar pembatas di lokasi yang sama. Kudu diruwat ini mah…

DRS merupakan sebuah alat yang diperkenalkan di F1 musim 2011 dengan tujuan untuk mengurangi drag aerodinamika dengan harapan bisa menambah aksi menyalip.

Dikutip dari motorsport.com (10/6/2017), DRS mengubah sudut kemiringan elemen sayap belakang untuk mengurangi hambatan angin sehingga kecepatan mobil dapat bertambah. Untuk menggunakan DRS, pembalap harus bisa berada dalam jangkauan 1 detik di belakang mobil di depannya saat melewati titik deteksi DRS.

Di F1 dan F2, kecepatan tambahan yang bisa didapat dengan menggunakan DRS adalah sekitar 15 km/jam – tergantung setelan mobil serta letak dan panjang zona DRS.

Advertisements