Analisa Juara MotoGP 2018: Marquez 75% vs Rossi-Dovizioso-Lorenzo 25%

Siapa yang diuntungkan dengan batalnya MotoGP Inggris dua pekan lalu? Tentu, semua pembalap. Tapi, siapa yang paling diuntungkan? Jika sampeyan sebut nama Marc Marquez, sampeyan tidak salah. Koq bisa?

 

Bukannya semua pembalap sama-sama tidak mendapat tambahan poin di Inggris lalu? Jadi, seharusnya sih sama-sama untung, sama-sama rugi. Itu jika dilihat dari sisi penambahan poin. Lalu, bagaimana jika dilihat dari sisa seri dan poin yang tersedia? Nah, di sinilah keuntungan Marquez lebih besar dari pembalap lain.

MotoGP Inggris merupakan seri ke-12 musim ini. Artinya, ada 8 balapan (termasuk Silverstone) yang tersedia bagi rival Marquez di klasemen untuk mengejar perolehan poin di championship. Artinya, masih ada 200 poin maksimal yang tersedia. Namun, dengan batalnya Silverstone praktis ketersediaan poin hanya 175 saja untuk mengejar sang juara bertahan.

Kemudian ada yang protes, kalaupun Silverstone jadi balapan, para rival belum tentu juga bisa mengalahkan Marquez. Benar, tapi bukan itu yang menjadi poin pembahasan kita. Marquez memang pembalap kuat, sangat dominan musim ini. Tapi, ini hanya tentang hitungan matematika dengan sisa balapan yang tersedia. Oke, lanjut ya…

Nah, dengan jumlah poin yang tersedia makin menipis, maka peluang rival mengejar Marquez juga makin menipis. Hitungannya kurang lebih begini untuk marquez mengunci gelar juara musim ini:

  • Jika Valentino Rossi memenangi seluruh 7 seri tersisa, maka Marquez cukup finish 2 kali runner up dan 5 kali podium ketiga.
  • Jika Lorenzo atau Dovizioso mendominasi seluruh 7 seri tersisa, maka Marquez cukup finish 6 kali podium tiga dan 1 kali ketujuh.

Dengan kondisi di atas, misi yang dihadapi Rossi dan Duo Ducati tampaknya menjadi mission impossible, misi mustahil. Apalagi jika menengok performa Rossi dan Yamaha M1 yang begitu parah musim ini, serta konsistensi Dovi dan Lorenzo yang kurang, RA sebut sih 75% titel juara dunia musim ini sudah di tangan Marquez.

Namun sekali lagi, dunia balap sering membawa kejutan dan kejadian tak terduga. Tidak ada yang pasti, hanya matematika yang membuatnya demikian.

Misi Yamaha dan Ducati menjegal marquez akan dimulai di Misano akhir pekan ini. Kedua tim telah memanfaatkan hari-hari terakhir tes privat mereka di Aragon, sebuah peluang yang tidak dimiliki Marquez. Ini hanya keuntungan kecil, tetapi itu bisa menjadi penting jika ramalan hujan mulai membuahkan hasil, mungkin menyebabkan pembalap kehilangan waktu latihan yang berharga.

Jangan lupa, musim lalu Marquez sukses menguasai Misano dengan mengalahkan Petrucci dan Dovizioso. Jadi, misi trio Rossi-Dovi-Lorenzo untuk membendung Marquez memang misi (nyaris) mustahil.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.