Dovizioso Taklukkan Misano, Ducati Hattrick Juara!

Ijinkan curhat dikit, cak. Si bungsu #MySyafiq sejak kemarin kesehatannya menurun, batuk dan demam menyerang. Alhasil, ketika last lap Andrea Dovizioso sukses menaklukkan Marc Marquez di Misano, artikel yang siap disempurnakan akhirnya baru kali ini bisa disentuh lagi. Si bungsu memang lebih dekat dengan Saya sehingga saat sakit yang dicari pertama ayahnya. Dan, ketika artikel ini sampeyan baca, Saya baru saja pulang dari dokter anak di kota sendiri. Batuk disertai sesak dan demam mengharuskan si bungsu mendapatkan 4 jenis obat. Kasian sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi.

Dah itu saja dulu curhatnya sehingga hari ini blog ini nyaris kosong melompong seharian. Dan, walau basi bin telat demi konsistensi berita soal MotoGP, kabar soal kemenangan Dovi di Misano harus diangkat. Mohon maaf kalau tidak lagi menarik, ini lebih ke ‘menantang’ diri sendiri untuk konsisten.

Dovizioso bukan ujug-ujug menang di Misano. Walau akhirnya di kualifikasi Ia hanya start dari baris kedua, namun setelah beberapa lap balapan berjalan, Italiano 32 tahun itu akhirnya bisa mengambil alih pimpinan lomba dari sang partner, Jorge Lorenzo.

Lorenzo memang tampil superior sejak kualifikasi. Tidak saja merebut pole, Spaniard 31 tahun itu juga memecahkan rekor lap atas namanya sendiri kala masih memperkuat Yamaha tahun 2016 silam. Bahkan, selepas lampu start padampun, performa ciamiknya itu masih terlihat. Ia memimpin balapan diikuti Dovi dan Marquez yang mampu naik ke posisi tiga setelah Jack Miller dan Maverick Vinales tergeser ke belakang.

Dovi hanya butuh 6 lap untuk mengambil alih posisi terdepan dari x-fuera, tepatnya di tikungan ke-6. Menjadi pembalap terdepan, pembalap Italia itu jelas tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia mulai membuka jarak, terutama agar menjauh dari kejaran Lorenzo, serta Marquez. Adapun, duo Yamaha: Maverick Vinales dan Valentino Rossi jauh dari kata memuaskan.

Dovi terus menjaa jarak dari dua rival dekatnya. Lorenzo dan Marquez justru terlibat pertarungan sengit memperebutkan posisi kedua. Usai disalip Dovi, Lorenzo juga akhirnya disalip Marquez. Namun, tidak butuh waktu lama, Lorenzo kemudian kembali mendahului calon partnernya musim depan itu. Aksi saling salip menyalip itu menguntungkan Dovi yang makin jauh di depan.

Usai mengatasi perlawanan Marquez di lap 22, sisa 5 lap menjadi pertaruhan Lorenzo mengejar Dovi. Bahkan, terlihat pace Lorenzo lebih unggul dari Dovi, terbukti Ia mampu memangkas jarak menjadi hanya 1,3 detik saja. Namun sayang, sebuah kesalahan di lap 24 di tikungan 8 memaksa x-fuera menelan pil pahit. Ia terjatuh dan walau bisa melanjutkan balapan Ia hanya finish ke-17. Berkah bagi Dovi dan tentu saja Marquez serta Crutchlow yang akhirnya mendapatkan jatah podium.

Dovi memenangi MotoGP Misano, pertama bagi Ducati setelah tahun 2007. Kemenangan kali ini juga membuktikan kekuatan Ducati yang telah menyapu bersih 3 kemenangan di 3 balapan terakhir. Brno milik Dovi, Red Bull Ring dikuasai Lorenzo dan Misano kembali Dovi merajai. Serem…

Tapi, hasil finish kedua Marquez justru makin membuatnya menjauh di klasemen dari posisi runner up. Sebelum Misano, Ia unggul 59 angka dari Rossi di tempat kedua, namun finish ketujuh Rossi dan kemenangan Dovi membuat posisi kedua menjadi milik Dovi. Dan jarak poinnya dengan Marquez menjadi 67!

 

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.