Romano Fenati Minta Maaf: “Saya Bukan Seorang Pria, Saya Terprovokasi!”

BRNO, CZECH REPUBLIC - AUGUST 03: Romano Fenati of Italy and Marinelli Snipers Team looks on in box during the MotoGp of Czech Republic - Free Practice at Brno Circuit on August 3, 2018 in Brno, Czech Republic. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
ktm indonesia

Pembalap muda Italia, Romano Fenati, akhirnya meminta maaf atas insiden memalukan yang diperbuatnya di Moto2 San Marino, Misano Italia, akhir pekan lalu. Fenati mengakui kesalahannya dan menyebut seharusnya tidak terprovokasi oleh Stefano Manzi.

Fenati harus menerima nasib buruk dihukum secara beruntun usai melakukan aksi gila dengan menekan tuas rem motor Stefano Manzi di kecepatan 200 kpj. Ia didiskualifikasi dari balapan dan dilarang tampil di Aragon dan Thailand sebagai akibat langsung dari perilaku buruk di lintasan Misano.

Tidak itu saja, efek selanjutnya justru mengancam karir Fenati di masa depan. Ia lantas dipecat oleh timnya, Marinelli Snipers Team, sehingga otomatis hukungan larangan 2 kali tampil di Aragon dan Thailand gugur, sebab Ia tidak bisa lagi balapan hingga akhir musim.

Belum cukup, Fenati juga dipastikan belum punya tim musim depan usai MV Agusta membatalkan kontraknya dengan eks murid VR46 Academy itu. Jelas, kondisi ini mengancam masa depan sang pembalap di balap grand prix.

Mengetahui dan sadar tindakannya salah, Fenati akhirnya meminta maaf kepada publik. Berikut bunyi permintaan maaf Fenati yang RA kutip langsung dari motorsport.com (10/9/2018):

“Saya minta maaf kepada dunia olahraga.

“Pagi ini, dengan pikiran jernih, saya berharap itu hanya mimpi buruk.

“Saya memikirkannya dan berpikir kembali ke momen-momen itu, saya membuat gestur yang memalukan, saya bukan seorang pria!

“Seorang pria akan menyelesaikan balapan dan kemudian dia akan pergi ke Race Direction untuk mencoba dan mendapatkan keadilan atas insiden sebelumnya.

“Saya seharusnya tidak bereaksi terhadap provokasi.

“Kritiknya benar dan saya mengerti adanya kebencian terhadap saya.

“Saya ingin meminta maaf kepada semua orang yang mempercayai saya dan semua orang yang merasa sakit hati dengan tindakan saya.

“Gambaran mengerikan tentang saya dan olahraga telah keluar.

“Saya tidak seperti itu, orang yang mengenal saya dengan baik tahu itu!

“Dalam karier saya, saya hanya selalu menjadi pembalap. Tahun lalu saya adalah salah satu dari sedikit yang tidak dihukum, saya tidak pernah menempatkan hidup orang lain dalam bahaya, malah, saya selalu mempertahankan bahwa ada pembalap di lintasan yang tidak masuk akal karena gaya berkendara mereka.

“Memang benar, sayangnya saya memiliki karakter impulsif, tetapi niat saya tentu saja tidak menyakiti seorang pembalap seperti saya, sebaliknya saya ingin membuatnya mengerti bahwa apa yang dilakukannya berbahaya dan bagaimana saya juga bisa melakukan sesuatu yang mirip dengan apa yang dia lakukan kepada saya!

“Saya tidak ingin membenarkan diri saya sendiri, saya tahu bahwa tindakan saya tidak dapat dibenarkan, saya hanya ingin meminta maaf kepada semua orang.

“Sekarang saya akan punya waktu untuk merefleksikan dan menjernihkan pikiran saya.”

Pembalap satu ini memang berbakat menggeber motor balap, namun sayangnya skill dan kemampuannya itu tidak dibarengi attitude dan pengendalian emosi di lintasan. Sempat bersitegang dengan Niklas Ajo di Argentina salah satunya tertangkap kamera menendang rivalnya itu saat sesi pemanasan.

Setahun kemudian Ia dipecat dari Sky VR46 Team akibat melakukan tindakan kekerasan terhadap kru mekanik tim. Dan kini, Ia akhirnya menemukan batunya. Masa depan karir balapnya terancam berhenti total usai mendapat berbagai sanksi berat.

Advertisements