Johann Zarco: Dari Penantang Serius Marquez, Kini ‘Hanya’ Ingin Kalahkan Crutchlow dan Petrucci!

ktm indonesia

Sesuai judulnya, itulah gambaran umum kondisi Johan Zarco saat ini. Awal musim Ia tidak hanya sekadar ancaman bagi Marc Marquez, pada kenyataannya, sejak Le Mans, Johann Zarco menghilang dari radar. Dia belum mencapai podium lagi, dua kali finish ketujuh menjadi hasil terbaiknya. Alhasil, target Zarco kini direvisi, levelnya diturunkan!

Saat musim memasuki tahap akhir, pembalap Tech3 memiliki satu tujuan yang jelas yang ingin ia capai, menjadi pembalap independen terbaik.

“Target sekarang adalah untuk memastikan posisi terbaik sebagai pembalap independen. persaingan ketat antara Crutchlow, Petrucci dan saya, jadi ini adalah tujuan pertama saya, mengambil poin dan menyelesaikannya di depan mereka hingga akhir tahun,” ungkap Zarco seperti dikutip dari gpone.com (17/9/2018).

Perjuangan Zarco kembali akan diuji di Aragon akhir pekan ini. Ia menyebut trek Aragon memiliki banyak jebakan tersembunyi. Walau begitu, Ia mengaku Aragon menjadi salah satu trek kesukaannya.

“Itu adalah trek yang saya suka, karena meskipun saya berjuang keras di sana, selalu sangat baik untuk melewati tikungan yang cepat dan bagus ini. Kami belum tahu cuaca, tetapi seharusnya kering seperti biasanya di Spanyol. Tahun ini saya sepertinya menemukan masalah di banyak tempat, jadi mungkin itu pertanda baik bahwa ini mungkin adalah trek di mana saya mendapat kesulitan lebih sedikit,” tambah pembalap Prancis itu.

 

Opini

Untuk sementara, Crutchlow masih berada di depan Zarco dan Petrucci. Pembalap LCR Honda itu unggul 9 angka dari dua rivalnya itu yang sama-sama mengoleksi 110 poin. Sebenarnya, meskipun sama-sama berstatus pembalap independen, kenyataannya status motor ketiganya tidak sama.

Zarco menjadi satu-satunya yang menggunakan motor tim satelit alias berusia setahun lebih tua dari motor tim pabrikan, sedangkan Cruthclow dan Petrucci sama-sama memakai motor spek dan tahun produksi yang sama dengan yang dipakai tim pabrikannya. Jadi, lawan Zarco sejatinya adalah pembalap independen dengan fasilitas pembalap pabrikan.

Tapi, memang performa Zarco sejak Le Mans makin menyulitkan dirinya bertarung dengan keduanya. Padahal di empat seri awal sebelum Le Mans, level Zarco bukanlah Crutchlow dan Petrucci, tapi Marquez dan Dovizioso yang kini beriringan di posisi 1-2 klasemen.

Sayang, sejak terjatuh di balapan kandang, Ia seolah kehilangan sentuhan magisnya. Mentalnya seperti tidak bisa bangkit lagi sejajar pembalap papan atas lainnya. Hasil terbaiknya hanyalah dua kali finish ketujuh di Catalunya dan Brno. Bandingkan dengan dua kali finish runner up di empat balapan awal. Jauh!

Advertisements