Kontrak Dibatalkan, Christophe Ponsson Murka!

ktm indonesia

Masih soal pembalap “lemot” Christophe Ponsson yang di Misano lalu finish 1 lap di belakang Andrea Dovizioso. Kabar terbaru menyebutkan Ponsson murka setelah mengetahui dirinya diganti oleh Avintia Racing untuk balapan Aragon mendatang. Ponsson menuduh Dorna lebih suka pembalap Spanyol dibanding dirinya.

Ya, Ponsson memang punya cerita. Sayang, ceritanya bukan soal prestasi melainkan sebaliknya. Di pilih Avintia menggantikan Tito Rabat di Misano lalu, Ponsson justru mengundang komentar pedas dari beberapa pembalap yang menyebutnya tidak punya pengalaman dengan motor MotoGP, serta kelajuannya yang sangat lambat sehingga bisa membahayakan pembalap lain.

Entah, karena tekanan dari para bintang MotoGP atau juga dari Dorna, jelang MotoGP Aragon, 21-23 September nanti, Avintia akhirnya menunjuk pembalap WSBK Jordi Torres menggantikan Ponsson. Mendengar kabar tersebut, Ponsson ngamuk-ngamuk.

Gimana gak ngamuk, Pembalap Prancis itu menyebut dirinya sudah tandatangan kontrak untuk 4 kali balapan dengan Avintia tanpa opsi keluar. Ia mengaku tidak mungkin dirinya langsung bisa lolos jadi pembalap MotoGP, sebab Ia harus melewati beberapa tes. Jadi, Ia merasa layak untuk satu lintasan dengan Marquez, Dovizioso, Lorenzo dan Rossi. Sayangnya, mereka berpikir sebaliknya hahahah

Ponsson kemudian juga menuduh ada andil Cal Cruthclow dan Jack Miller di balik pemecatan dirinya. Sebab, dua pembalap itu bersikeras dan meyakinkan pembalap lain untuk menolak dirinya.

“Pemilik tim menjelaskan, sebagian besar keputusan dipengaruhi Cal Crutchlow dan Jack Miller, yang bersikeras dan meyakinkan pembalap lain untuk mengecualikan saya,” ungkap Ponsson dikutip dari motorsport.com (17/9/2018).

Ponsson nampaknya benar-benar tidak bisa menerima perlakuan pembalap MotoGP lainnya yang menolaknya.

“Di Misano, semua pembalap MotoGP terus membual bahwa MotoGP adalah kompetisi balap motor level tertinggi di dunia, dan tidak bisa membiarkan pembalap muda seperti saya – tidak berpengalaman, menurut mereka – ambil bagian,” kesal Ponsson.

Opini

Tapi, memang ada benarnya juga sih kekuatiran para bintang MotoGP tersebut. Balap MotoGP merupakan ajang balap motor grand prix tertinggi. Pembalap yang bertarung di level ini, biasanya sudah punya pengalaman dengan motor “sealiran” di kelas bawahnya, baik Moto3 dan Moto2 atau salah satunya saja.

Bisa dilihat, beberapa pembalap pengganti yang tampil 1-2 kali menggantikan pembalap reguler biasanya punya background membalap di kelas itu. Sebut saja, Mika Kalilo yang notabene test rider KTM, Hiroshi Aoyama juga tes rider Honda, Sylvian Guintoli eks pembalap 250cc dan MotoGP dan hasilnya lumayan, mereka bisa finish dengan torehan poin. Dan pengganti Ponsson adalah Jordi Torres, Ia alumnus Moto2 bahkan pernah menang di Sachsenring 2013 silam.

Memang, ada beberapa pembalap pengganti yang sama sekali belum pernah merasakan berkompetisi di MotoGP, Moto2, Moto3 atau dulu masih kelas 125cc dan 250cc, misalkan Michael van der Mark tapi hasilnya tidak terlalu buruk hingga harus finish selisih 1 lap seperti Ponsson.

Jadi, wajar dan normal saja jika posisi Ponsson diganti pembalap lain yang lebih berkualitas. Walau sempat dibela Aleix Espargaro namun, Di MotoGP, bukan hanya pembalap agresif dan brutal yang membahayakan pembalap lain, tapi juga pembalap lambat!

Advertisements