Tiga Kali Beruntun Takluk, Marquez: “Ducati, Motor Terbaik”

Andrea Dovizioso menyebut Marc Marquez dalam tekanan “harus menang” di MotoGP Aragon, 21-23 September nanti. Faktor balapan kandang serta penghargaan nama tikungan 10 yang diberi nama dirinya, menurut Dovi akan membuat Marquez menargetkan harus menang. Apalagi sudah 3 seri terakhir Ia selalu dikalahkan Ducati. Tapi, benarkah demikian?

Tentu saja, menang menjadi tujuan utama semua pembalap yang berkompetisi. Namun, tidak mau masuk dalam ‘jebakan’ Dovi, Marquez kemudian mengomentarinya.

“Dia ingin menekan saya agar melakukan kesalahan,” ungkap Marquez kepada crash.net (18/9/2018).

“Saya memacu diri setiap akhir pekan. Saya menekan di Austria sampai putaran terakhir. Saya menekan di Misano, di Brno. Saya memang menekan tetapi tentu masih terkontrol. Saya menekan dan kami sedang bekerja. Setiap Kamis kami berpikir bahwa kami akan memenangkan perlombaan. Kemudian selama akhir pekan kita melihat, tetapi mentalitasnya adalah, ‘menyerang untuk bertahan’.”

“Yang tidak bisa saya lakukan hanyalah membuat kesalahan bodoh. Saya harus mengelola. Jika kita tidak bisa menang, caranya adalah dengan menyelesaikan podium di semua balapan. Ini adalah target saya.”

Desmosedici GP18 Motor Terbaik

Marquez kemudian mencoba membandingkan motor RC213V miliknya dengan Desmosedici GP18 Dovi dan Lorenzo yang menurutnya sama-sama terbaik di periodenya masing-masing.

“Dari apa yang saya lihat di trek, dalam empat atau lima balapan pertama saya memiliki motor terbaik. Sekarang motor terbaik terlihat sepertinya Ducati.”

Dan, walau Ducati GP18 sedang on fire, ingat balapan kali ini adalah di Aragon, tanah Spanyol dimana merupakan balapan kandang bagi Marquez. Dan paling bahaya, Aragon adalah trek favorit Marquez. Di trek susah saja masih bisa menang, apalagi di Aragon. Hati-hati Ducati!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.