Performa Rossi Sekarang Sama Dengan Saat Cedera 12 Tahun Silam, Parah!

ktm indonesia

Performa Rossi Sekarang Sama Dengan Saat Cedera 12 Tahun Silam, sebuah judul yang bisa berarti dua hal jika tanpa melihat realitas di lapangan. Pertama, saat cedera Rossi masih sehebat saat ini atau performanya saat ini hanya selevel ketika Ia cedera. Mana yang benar? Merajuk kondisi terkini, pernyataan kedua sangat mendekati.

Ya, dikutip dari motogp.com (22/9/2018) 12 tahun silam ketika itu Rossi harus tertatih-tatih mengikuti kualifikasi MotoGP Assen, Belanda. Rossi sedang dalam performa inferior usai mengalami cedera. Pembalap yang saat itu masih berusia 27 tahun itu mengalami retak tulang di bagian pergelangan tangan dan engkel akibat crash di latihan bebas pertama. Akibatnya, di kualifikasi Ia hanya menempati posisi ke-18 alias posisi buncit berjarak 3,887 detik dari John Hopkins yang meraih pole (cnnindonesia.com, 6/11/2015).

Kini, Rossi kembali akan start dari posisi 18 (akhirnya naik 1 posisi setelah sang murid, Morbidelli mendapat penalti penurunan posisi start), namun dengan kondisi berbeda. Ia bebas cedera, walau usia sudah 39 tahun namun kondisinya masih fit. Sama-sama menunggangi Yamaha M1, musim ini menjadi performa terburuk M1 sepanjang sejarah.

Ditambah strategi salah yang diterapkannya di Q1, Ia harus puas start di barisan belakang. Sebenarnya, start posisi 18 bukanlah torehan terburuk Rossi untuk posisi start. Ia pernah 2 kali start posisi lebih parah dari itu yakni posisi 23 di GP Qatar dan posisi 26 di GP Valencia 3 tahun silam. Namun, keduanya bukan karena performa Rossi dan M1 yang buruk melainkan karena faktor non teknis. Jadi, saat itu Rossi dan M1 akhirnya bisa melaju melibas lawan-lawannya di depan, walau akhirnya tidak menang namun ada peningkatan performa yang dirasakan.

Di Aragon tahun ini, kondisinya (sekali lagi) berbeda. Ia terpuruk murni karena performa, bukan soal cedera atau kontroversi. Jadi, sangat diragukan apabila di race petang nanti, Ia bisa menampilkan performa menawan melibas satu persatu para rival seperti yang ditunjukkannya 12 tahun silam kala finish di posisi 8. M1 sedang di titik nadir, jauh tertinggal dari RC213V dan Desmo GP18, bahkan melawan motor-motor tim satelit keduanya juga kesulitan.

Jika race nanti Rossi atau Vinales atau salah satu dari Zarco dan Syahrin gagal menang, maka Yamaha membuat rekor baru tidak pernah menang di 23 seri, melewati 22 kali di musim 1996-1997. Yamaha, menyedihkan!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.