Rossi Pasrah: “Saya Tidak Punya Kecepatan ke Q2”

ktm indonesia

Nasib buruk memayungi skuat Iwata di Aragon kali ini, terutama Valentino Rossi. Dua pembalapnya gagal langsung masuk Q2 setelah berada di luar top 10 kombinasi latihan bebas pertama hingga ketiga. Jika Vinales mampu menembus Q2 usai tampil tercepat di Q1 (walau akhirnya harus menerima penalti penurunan 3 posisi start), Rossi justru makin terpuruk.

Usaha Rossi menembus Q2 makin kacau setelah mengalami crash di FP3 sehingga memaksanya hanya berada di posisi 18. Lalu, Ia gagal tampil cepat di Q1 dan hanya menempati posisi 8 atau dengan kata lain starting grid ke-18 di race. Performa yang sangat buruk seiring memburuknya Yamaha M1 musim ini.

Diwawancara oleh awak media seperti dikutip dari motogp.com (22/9/2018), Rossi menyebut sejumlah kendala yang dihadapinya sepanjang akhir pekan Aragon. Ia mengkonklusi bahwa dirinya memang tidak punya kecepatan menuju Q2.

“Ini adalah hari yang sangat sulit,” konfirmasi ‘The Doctor’.

“Dari pagi hari karena kami mencoba untuk memodifikasi seperti kemarin karena kemarin saya berada di sepuluh besar tetapi perasaan itu buruk dan kami melakukan yang lebih buruk, saya pikir.

“Setelah pagi ini, saya juga jatuh jadi saya harus ke Q1 dan di Q1 saya menunggu terlalu banyak dan tidak melakukan putaran yang baik. Jika saya melakukan putaran yang baik, mungkin saya bisa memulai dua atau tiga posisi lebih di depan tetapi, sayangnya, saya tidak memiliki kecepatan untuk Q2,” ungkap Rossi.

Rossi mengatakan semua ubahan dan modifikasi telah dilakukan, namun hasilnya masalah yang sama tetap datang. Apakah ini memang berarti masalah M1 ada di sektor mesin, sesuatu yang haram diutak-atik ketika musim berjalan? Bisa jadi.

Advertisements