Pasca MotoGP Aragon: Lorenzo Tuding Marquez, ‘Rekor Baru’ Yamaha dan Status Konsesi Suzuki!

ktm indonesia

Pasca balapan Aragon, sejumlah fakta tersaji. Mulai dari marahnya Jorge Lorenzo terhadap calon rekan setimnya musim depan, Marc Marquez, juga soal puasa kemenangan Yamaha yang terus berlanjut hingga hasil positif Suzuki yang berimplikasi kerja keras musim depan. Yuk kita bahas satu-satu!

Lorenzo Jatuh, Tuding Marquez Penyebabnya

Ini menarik, sebab jika melihat tayangan ulang kejadian di tikungan pertama usai start itu, terlihat Lorenzo mengalami highside tanpa bersentuhan dengan pembalap lain. Jadi, seperti terjatuh sendiri. Balapanpun usai bagi sang pole sitter, padahal dengan kondisi Desmosedici GP18 yang tengah on fire selepas paruh musim, rasanya Lorenzo punya kesempatan besar menaklukkan Aragon.

Namun, kemudian polemik muncul pasca race. Diwawancara oleh motogp.com (23/9/2018), Lorenzo menuding Marquez-lah penyebab dirinya crash hingga mengalami dislokasi tulang jempol kaki, dan fraktur subcapital pada tulang metatarsal kedua kaki kanannya, belum dipastikan apakah Lorenzo akan fit untuk balapan selanjutnya di Buriram.

Menurut Lorenzo, Marquez telah membalap dengan sangat agresif hingga menutup racing line-nya. Akibatnya, Ia terpaksa masuk ke area aspal yang kotor dengan kerikil dan terjatuh. Hingga kini, Lorenzo masih berharap Marquez mendatangi dirinya dan meminta maaf.

Bagi RA yang awam, rasanya memang aneh dengan tuduhan Lorenzo. Tapi, bisa jadi memang begitu adanya jika dilihat dari sudut pandang sang pembalap yang lebih mengerti sisi teknis di lintasan saat kejadian. Oke, kita tunggu saja perkembangan kasus ini, apakah akan berakhir damai atau justru menjadi bom waktu yang bisa saja meledak kapan saja ketika keduanya telah segarasi tahun depan.

Yamaha Pecahkan Rekor Terburuk!

Yamaha pernah menghadapi periode buruk di ajang balap grand prix ketika sepanjang 22 seri tidak pernah merasakan kemenangan di musim 1997 dan 1998. Ya, sepanjang musim 1997 ketika masih bernama kelas 500 cc, pembalap-pembalap Yamaha sama sekali tidak pernah menang di 15 seri yang diselenggarakan, termasuk salah satunya di Sentul, Indonesia. Kondisi itu berlanjut hingga musim 1998 ketika di 7 seri awal kemenangan juga masih terasa jauh.

Baru, di seri kedelapan di Donington Park, Inggris, ada pembalap Yamaha yang bisa menang yakni Simon Crafar dari tim Red Bull Yamaha WCM.

Dan, 20 tahun kemudian rekor itu pecah. Aragon menjadi tempat pemecahan rekor buruk itu. Kegagalan Rossi, Vinales, Zarco maupun Syahrin mendarat di podium tertinggi di Aragon membawa Yamaha absen menang di 23 seri sejak musim lalu. Kemungkinan besar, rekor itu akan makin dipertajam di seri-seri berikutnya jika melihat performa Rossi dan Vinales yang masih mlempem seiring memburuknya performa M1.

Podium Aragon Berbuah Kerja Lebih Keras Bagi Suzuki

Semua tim memang bekerja keras di kompetisi sekelas MotoGP, termasuk Suzuki. Namun, untuk musim 2019 nanti usaha Suzuki untuk menyamai torehan musim ini dipastikan akan berlipat ganda. Podium Andrea Iannone di Aragon berbuntut status konsesi Suzuki sebagai tim pabrikan yang diistimewakan.

Podium Iannone membuat poin konsenyasi Suzuki musim ini telah berjumlah 6, syarat minimal bagi sebuah tim untuk kehilangan status konsesi oleh Dorna. Dengan kata lain, mulai musim depan Suzuki akan sejajar dengan Honda, Ducati ataupun Yamaha sebagai tim pabrikan sejati. Tim dengan berbagai batasan yang ditetapkan Dorna, salah satunya pelarangan pengembangan mesin selama musim berjalan.

So, sejak pra musim 2019 Suzuki harus sudah bisa membuat mesin yang paten dan pas untuk digunakan sepanjang musim tanpa ada ruang utak-atik di sana. Tidak mudah, tapi sebenarnya juga bukan hal baru bagi tim Hamamatsu itu. Di musim 2017 lalu, Suzuki juga sudah menjadi tim pabrikan sejati, namun hasilnya mengecewakan. Duet Iannone dan Rins hanya mampu bersaing di papan tengah hingga belakang. Akhirnya di awal tahun ini status tim istimewa diperoleh lagi oleh Suzuki, hasilnya walau belum bisa menyamai kemenangan Mavercik Vinales 2016 silam, tapi keduanya sudah berhasil membawa Suzuki ‘kehilangan’ hak istimewa lagi.

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. strategi iannone di aragon | rideralam.com

Comments are closed.