Performa Bintang 4 Rossi di Aragon ‘Sedikit’ Selamatkan Yamaha!

ktm indonesia

Marc Marquez memang tampil hebat dengan menaklukkan Andrea Dovizioso dan Duo Suzuki di race MotoGP Aragon akhir pekan lalu untuk mencetak hat-trick kemenangan di home race. Namun, dengan segala masalah yang menimpa, Valentino Rossi juga patut mendapat apresiasi berkat finish ke-8.

Yamaha nampak hancur lebur sepanjang akhir pekan di Aragon. Rossi dan Vinales gagal menembus Q2 secara langsung. Alhasil, Q1 menjadi ajang keduanya dan apesnya, Rossi masih juga gagal tercepat di sesi ini, justru Vinales yang sukses menembus Q2 bersama rookie Takaaki Nakagami. Rossi sendiri harus start di posisi 18 (naik ke-17 setelah Morbidelli mendapat sanksi penurunan grid start).

Dengan posisi start di belakang, sejatinya pendukung Rossi masih bisa berharap idolanya bisa merengsek ke barisan depan seperti yang pernah dilakukannya di Valencia 2015 silam. Namun, kondisi M1 2015 dengan M1 2018 sangat berbeda. M1 2018 dengan segudang masalahnya membuat ekspektasi posisi finish Rossi tembus top 10 saja agak berat.

Namun, bukan Rossi namanya jika masalah membuatnya makin terpuruk. Dengan pengalaman dan instingnya, Ia melakukan banyak ubahan set up motor jelang race, yakni di sesi warm up. Hasilnya mulai terlihat. Tapi, ‘hasil’ yang dimaksud ini bukan soal menjadi yang tercepat, lupakan jauh-jauh kemungkinan itu sebab Marquez dan duo Ducati masih terlalu kuat saat ini. Ia berhasil menjadi pembalap tercepat kelima di sesi tersebut, sang partner juga nampak progress dengan menduduki posisi ke-10. Lumayan…

Dan, akhirnya di race Minggu (23/9/2018), Rossi berhasil merengsek perlahan ke barisan tengah. Start ke-17, Rossi sudah di posisi 11 di lap 1 dan kemudian menyelesaikan balapan di posisi 8, Vinales ke-10. Hasil yang bahkan Rossi sendiri tidak menduganya. Performa setara bintang 4 dari Rossi!

“Kami coba melakukan beberapa perubahan besar dengan motor, dan saya merasa jauh lebih baik, sudah sejak warm-up. Akhirnya, jalannya balapan tidak terlalu buruk untuk saya,” ungkap Rossi dikutip dari motorsport.com (24/9/2018).

“Saya dapat menembus 10 besar, yang kemarin saya tidak begitu yakin [dapat dilakukan]. Seperti ini, ini adalah potensi kami saat ini, kami berharap dapat meningkat,” tambahnya.

So, dengan semrawutnya performa Yamaha, torehan Rossi di Aragon sudah lumayan. Kemenangan memang masih jauh, rekor buruk 20 tahun lalu juga sudah dilewati (makin buruk maksudnya), tapi berkat skill dan pengalaman seorang 9 kali juara dunia, Yamaha masih bisa sedikit tersenyum. Harapan masih ada, tinggal bagaimana Iwata merespon hasil buruk sejauh ini untuk bangkit, mumpun sang doctor masih belum pensiun, masih bisa memanfaatkan kemampuannya membenahi motor, tentu saja dengan syarat Yamaha ‘mau!’

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. balapan terburuk vinales bersama yamaha | rideralam.com

Comments are closed.