Ubah Gaya Balap dan Tiru Set Up Rins, Iannone Sukses Naik Podium Aragon!

Diluar dugaan, Suzuki GSX-RR mampu memberikan perlawanan ketat dua motor terbaik musim ini, Honda RC213V dan Ducati Desmosedici GP18 di balapan 23 lap Aragon akhir pekan lalu. Ya, Andrea Iannone dan Alex Rins ternyata muncul sebagai pesaing terdekat Marc Marquez dan Andrea Dovizioso dengan hasil akhir sebuah podium ketiga bagi Iannone. Seperti yang dikatakan Dovi beberapa waktu lalu, di Aragon manajemen ban lebih penting dari sekedar kecepatan. Dan Iannone sukses menerapkannya.

Performa Iannone mulai tampak sejak sesi warm up. Di sesi ini, GSX-RR bernomor 29 mampu tampil tercepat. Namun, tidak ada yang memprediksi sang Italiano atau rekan setimnya itu bisa memberikan perlawanan luar biasa di race Minggu.

Namun yang terjadi saat balapan justru begitu menarik. Iannone mampu membawa GSX-RR mengimbangi performa kuat Honda-Ducati. Sepanjang balapan, ia membayangi kedua rival pabrikan, sambil berusaha menjaga kompon ban soft dengan membuka gas secara bertahap.

Ada dua strategi utama Iannone di Aragon, seperti yang disebutkannya saat wawancara usai balapan. Dikutip dari motorsport.com (24/9/2018), Iannone menyebut mengubah gaya balap dengan manajemen ban yang tepat serta menggunakan set up motor Rins menjadi rahasia keberhasilannya naik podium.

Mengubah Gaya Balap

Iannone mulai memahami kekuatan motornya di Aragon sejak menggunakan ban bekas di FP4. Ia mengaku bisa kencang di beberapa putaran di sesi itu dengan mengubah gaya balapnya. Kuncinya adalah dengan menjaga kondisi ban. Menjaga traksi ban dilakukannya dengan membuka gas setahap demi setahap. Sesuatu yang sulit tapi terus dilatihnya sejak FP4.

Ia kemudian memilih ban kompon lunak saat race. Tipe ban dengan keunggulan akselerasi, tapi jika digunakan sembarangan bisa cepat aus.

“Saat sesi warm up, kami berhasil mengurangi tingkat keausan ban. Kalau bisa diterapkan pada balapan, saya bisa memakai kompon soft yang punya keunggulan akselerasi,” ungkap Iannone.

Menggunakan Set Up Rins

Iannone menyadari keunggulan Rins sejak Misano. Ia merasa rekannya itu bisa membuka gas lebih baik darinya. Kelebihan yang tidak terdeteksi via data telemetri. Sehingga Ia memutuskan menggunakan set up motor Rins untuk di Aragon.

Akhirnya, dengan pemilihan ban soft, Iannone bisa agak mengesampingkan soal ban dan fokus untuk berakselerasi lebih baik, serta tidak mengerem berlebihan.

Set up Rins menjadi basis kami. Dengan motor selalu berkembang, saya bisa memenuhi kebutuhan. Ia memiliki sesuatu yang berbeda di bagian belakang. Saya pikir, tidak ada salahnya dicoba. Kami pun berhasil menjadi lebih baik,” ujar pembalap berusia 29 tahun itu.

 

 

Podium ketiga Aragon menjadi yang ketiga kalinya musim ini bagi Iannone bersama Suzuki. Ia juga finish ketiga di Austin dan Jerez. Dengan tambahan podium kedua Rins di Assen dan podium ketiga di Argentina, Suzuki akhirnya telah mengumpulkan 5 podium musim ini dan berimplikasi terhadap perubahan status mereka musim depan. Yes, Suzuki Ecstar akan kembali menjadi tim pabrikan sejati mulai musim 2019, sejajar Honda, Ducati dan Yamaha.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.