Rossi: “Masalah Besar, Mesin 2019 Tidak Berbeda!”

Finish ke-8 di Aragon, menghasilkan 23 seri tanpa kemenangan, terpanjang di MotoGP, serta membuat Maverick Vinales kehilangan motivasi dan harapan, Valentino Rossi masih belum keluar dari kekecewaan terhadap motor Yamaha, bahkan ketika Ia sudah menjajal mesin untuk musim 2019. Ya, Rossi menyebut mesin 2019 masih mirip dengan yang saat ini, dan itu adalah masalah besar!

Rossi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai menjajal mesin 2019. Ia menyebut performa mesin baru itu sama saja dengan yang dikendarainya saat ini. Artinya, masalah yang sudah lebih setahun mendera pabrikan Iwata itu masih punya potensi besar untuk berlanjut di musim depan.

“Ya, saya mencoba edisi pertama mesin 2019. Tapi saya pikir dan saya berharap itu bukan yang terakhir, itu hanya modifikasi kecil, karena sangat mirip,” ucapnya seperti dikutip dari motorsport.com (26/9/2018).

Rossi berharap tim insinyur Iwata terus bekerja keras untuk menghasilkan mesin motor M1 2019 sebaik mungkin, terutama mampu menghilangkan masalah utama saat ini, ban belakang yang tidak klop dengan mesin. Alhasil, di beberapa trek licin macam Aragon, Yamaha M1 sangat tersiksa dengan spinning di tikungan.

Disinggung soal kemungkinan Yamaha beralih dari mesin Inline ke mesin V, Rossi menjawab secara diplomatis bahwa bukan haknya mengatakan itu. Rossi berharap insinyur Iwata bisa memberikan mesin terbaik yang bisa bersaing dengan Honda dan Ducati musim depan.

Apa yang ditunjukkan Rossi di Aragon kemarin sebenarnya tidak benar-benar buruk, walau tidak bisa dibilang istimewa. Start dari posisi 17, Ia sukses merengsek hingga ke posisi 8 saat menyentuh garis finish. Catatan waktunya sedikit lebih baik dari yang dicatatnya musim lalu di tempat yang sama, walau hanya beda 1 detik saja. Tapi, yang perlu diingat tahun lalu Rossi membalap di Aragon dalam kondisi pasca cedera, artinya belum fit 100%. Sedangkan musim ini Ia sangat fit di lintasan.

Jika dibandingkan progress sang rival, Ducati dan Honda bahkan sudah bisa memangkas waktu 10-20 detik dari tahun lalu. Belum lagi Suzuki yang mengalami peningkatan luar biasa, 30 detik lebih cepat dibanding tahun lalu. Tentu, ini sebuah alarm bagi Iwata jika masih ingin mempertahankan status sebagai tim papan atas musim depan. Jika tidak segera menemukan solusi atas masalah selama ini, bukan tidak mungkin angka 23 akan terus membesar!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.