Calon Rookie MotoGP Ini Disemprot Manajer Gara-Gara Mirip Valentino Rossi!

Calon Rookie MotoGP 2019 Ini Disemprot Manajer Gara-Gara Kualifikasi Buruk! – Pertarungan memperebutkan gelar juara dunia Moto2 musim ini seperti menyisakan dua pembalap saja, Francesco ‘Peco’ Bagnaia dan Miguel Oliveira. Keduanya telah jauh meninggalkan para rival di klasemen. Bagnaia memimpin dengan 234 poin, Oliveira membuntuti dengan 215 poin. Sebelum seri Aragon, selisih poin keduanya hanya 8 angka saja, namun hasil buruk Oliveira di Aragon memberi keuntungan bagi Peco.

Performa buruk Oliveira dimulai sejak kualifikasi. Jika Bagnaia start dari posisi 5, Oliveira justru harus memulai balapan dari posisi 18! Bayangkan, pembalap yang sedang bertarung ketat di championship justru harus start jauh di belakang rivalnya.

Alhasil, sepanjang 21 lap balapan pembalap Portugal itu harus membuang banyak waktu di belakang sebelum mengakhiri balapan di posisi 7. Bagnaia sendiri finish kedua di belakang Brad Binder. Akhirnya gap poin dengan Bagnaia bertambah 11 menjadi 19 di sisa 5 seri. Masih terbuka peluang menyalip, namun performa buruk yang sering ditampilkan Oliveira di kualikasi bisa membawa masalah di kemudian hari.

“Balapan ada di depan, tapi Anda tidak bisa datang dari belakang setiap kali. Itu akan membutuhkan banyak pekerjaan. Jika kami ingin memenangi gelar, kami lebih baik pada Sabtu.┬áDia start lagi dari posisi ke-18 (di Aragon) dan membuat hidupnya jadi sulit dengan hal yang tak penting,” ungkap Pit Beirer, KTM Motorsport Director.

Ya, Beirer cukup risau dengan performa anak buahnya itu. Selain pertarungan dengan Bagnaia sangat ketat, titel juara dunia Moto2 suda di depan mata bagi Oliveira, namun start yang buruk bisa mengakibatkan Ia tercecer di pertarungan. Bukan tidak mungkin, ‘kebiasaan’ buruk Oliveira ini akan terus dialaminya musim depan dimana Ia akan naik kelas ke MotoGP.

Beirer memang tidak bisa menyembunyikan kegundahannya. Dua pembalapnya meraih hasil berbeda di Aragon. Brad Binder sukses meraih pole dan menyempurnakannya dengan kemenangan, di sisi lain Oliveira yang lebih besar peluang juara justru terbuang waktunya di lintasan akibat harus start dari belakang.

Sepanjang musim ini, Oliveira sudah 8 kali mencatatkan start dari luar top 10. Start ke-18 di Aragon bukanlah yang terburuk, Ia pernah start dari posisi 23 di Moto2 Inggris lalu.

Jika melihat performa Oliveira ini, mirip dengan yang dialami Valentino Rossi. Tidak bagus di kualifikasi, namun bisa kencang di balapan. Sehingga julukan Sunday Rider melekat pada Rossi yang berarti pembalap yang kencang hari Minggu saja.

 

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.