Nakagami Menyesal Buang Peluang Finish Top 10, Tapi Beruntung Bisa Belajar dari Rossi di Aragon!

ktm indonesia

Salah satu rookie yang tengah meningkat performanya akhir-akhir ini adalah Takaaki Nakagami. Pembalap jepang dari tim LCR Honda Idemitsu ini sukses menambah 8 poin dari 3 balapan terakhir. Hanya Franco Morbidelli, rookie lainnya yang sedikit lebih baik dari Nakagami di periode yang sama. Balapan Aragon pekan lalu Nakagami finish ke-12 dan sempat mencuri ilmu balap dari seorang Valentino Rossi.

Ya, Nakagami sebenarnya cukup menjanjikan di Aragon. Ia sukses menembus Q2 (ketiga kalinya musim ini) dan akhirnya start dari posisi 12 (kemudian naik ke posisi 11 usai Vinales terkena hukuman penurunan posisi grid start). Saat start balapan, Nakagami sempat merengsek ke posisi 7 di beberapa tikungan. Sayang, Ia tidak berhasil mempertahankannya dan akhirnya harus puas finish ke-12.

Diwawancara motorsport.com (28/9/2018), Nakagami mengungkapkan kekecewaannya setelah melakukan kesalahan di antara tikungan lima dan enam. Kesalahan elementer sebenarnya yakni kesalahan mengoper gigi, namun efeknya fatal. Ia kemudian kalah akselerasi dan disalip banyak pembalap, termasuk Morbidelli.

“Saya berada dalam posisi sangat bagus setelah Tikungan 1, semua pembalap bersamaan menuju tikungan yang sangat sempit, jarak antar pembalap sangatlah dekat,” katanya ketika diwawancarai motorsport.com.

“Namun setelah itu, saya melakukan kesalahan antara Tikungan lima dan enam, saya sedang bertarung sengit dengan Aleix, dan saya melakukan kesalahan saat mengoper gigi. Saya kehilangan akselerasi, dan banyak pembalap kembali menyalip saya. Saya kehilangan peluang besar, dan sedikit kecewa kembali tak bisa mengungguli Franco (Morbidelli)”.

Belajar Dari Valentino Rossi

Ada yang menarik dari perjuangan Nakagami menduduki posisi 12. Ia sempat berada dekat dengan Valentino Rossi yang memang terpuruk sejak kualifikasi dan mulai meningkat saat race. Nakagami yang jarang mendapat kesempatan dekat dengan Rossi di balapan akhirnya bisa mencuri ilmu balap sang 9 kali juara dunia itu.

Pembalap 26 tahun itu mengaku mendapat pelajaran dari Rossi, kendati setelahnya Ia tidak mampu mengimbangi the doctor.

“Biasanya, Valentino ada cukup jauh, dan saya tak pernah membuntutinya saat balapan, ini kesempatan baik untuk memperhatikannya.” tambahnya. “Ia kesulitan, namun meski seperti itu ia sedikit lebih kencang dari saya. Saya sedikit melihat gaya balapnya, dan bagaimana mereka [pembalap top] mengangkat motornya pada tikungan lambat, begitupun tikungan sedang dan kecepatan tinggi”.

Wah, beruntung juga ya si Nakagami bisa belajar dari seorang pembalap juara. Terpuruknya Rossi jadi berkah bagi sang rookie nih ceritanya hahahaha

Advertisements