Lorenzo Sebut Petrucci Pembalap Murah, Petrucci Membalas!

ktm indonesia

Perseteruan antara Jorge Lorenzo dan Danilo Petrucci nampaknya terus memanas. Terbaru, keduanya saling serang komentar satu sama lain. Lorenzo menuding pindahnya Petrucci ke tim pabrikan Ducati karena tim asal Italia itu bisa membayarnya lebih murah, Petrucci membalas bahwa prestasinya lebih moncer dari Lorenzo!

Lorenzo dipastikan akan hijrah ke Honda musim depan, keputusan yang diikuti dengan perekrutan Petrucci menggantikan posisinya untuk mendampingi Andrea Dovizioso di tim factory. Lorenzo kemudian menyebut motif utama Ducati mempromosikan Petrucci adalah agar bisa memberi gaji lebih besar kepada Dovizioso.

“Mereka [Ducati] memilih fokus untuk meningkatkan gaji Dovizioso, karena ia telah memenangi beberapa balapan, kemudian merekrut pembalap kedua yang lebih murah,” beber Lorenzo dikutip dari motorsport.com (29/9/2018).

Menurut Lorenzo, Petrucci direkrut untuk menyeimbangkan pengeluaran gaji pembalapnya. Gaji Dovizioso dan Petrucci akan seimbang, satu besar satunya kecil. Bandingkan jika Dovi-Lorenzo tetap berduet, gaji keduanya akan sama-sama besar, dan inilah yang menurut Lorenzo mendasari keputusan Ducati merekrut Petrucci.

Sedangkan, disinggung tentang itu di Aragon, Petrucci nampaknya kesal dengan ucapan Lorenzo. Ia menyebut performanya lebih moncer dibanding Lorenzo sebelum x-fuera memutuskan gabung Honda. Ia menyebut saat itu dirinya merupakan pembalap Ducati terbaik di klasemen.

“Saat Ducati memilih saya, saya adalah pembalap Ducati terbaik di klasemen, dan Jorge sama sekali belum memenangi balapan,” jawab Petrucci atas komentar Lorenzo.

Memang benar, jika melihat klasemen pembalap sebelum Lorenzo menang di Mugello (motogp.com, 30/9/2018), di 5 balapan pertama musim ini Petrucci telah mengoleksi 54 poin dan sekali podium di Le Mans (runner up), bandingkan dengan Lorenzo yang baru mengoleksi 16 poin dan performa terbaiknya finish keenam di Le Mans.

Petrucci merasa Lorenzo iri dengannya karena telah mengambil posisinya di Ducati. Ia berpendapat sudah sewajarnya Ducati memilihnya menggantikan Lorenzo kala itu. Selain karena performanya lebih moncer, gajinya juga lebih kecil dari Lorenzo. Logikanya, ngapain juga mempertahankan pembalap bergaji sangat besar namun performa minimalis, ketika ada pembalap dengan gaji lebih murah namun performanya lebih baik.

“Saya mendapatkan lebih banyak podium, lebih banyak poin di klasemen, jadi saya tidak tahu siapa yang akan mempertahankannya,” tutup Petrucci.

Namun, memang Ducati seperti kecele dengan keputusannya melepas Lorenzo ke Honda. Pasalnya, setelah memastikan hengkang performa 3 kali juara dunia itu justru meningkat drastis. Ia memenangi balapan pertamanya dengan Ducati di Mugello, kemudian di susul Catalunya dimana keduanya adalah dua seri beruntun. Plus kemenangan di Red Bull Ring yang menjadi kemenangan ketiganya musim ini.

Melihat perseteruan Lorenzo vs Petrucci di atas tentu bukanlah hal baru. Sebab, sebelumnya keduanya juga kerap kali berselisih pendapat. Seperti yang terjadi di Sachsenring, Petrucci menyebut Lorenzo telah membloknya di lintasan, namun Lorenzo membantah dengan menyebut Petrucci harusnya lebih sabar karena unggul kecepatan.

Well, apapun itu perseteruan keduanya dipastikan akan berlanjut setelah keduanya akan saling berhadapan sebagai rival lebih seimbang. Petrucci pembalap tim pabrikan Ducati, Lorenzo di Honda.

Advertisements