Mengintip Perjalanan Juara Ana Carrasco dan Performa Galang Hendra di World Supersport 300 Musim Ini

ktm indonesia

Musim balap World Supersport 300 (WSSP300) tahun 2018 telah usai. Seri kedelapan di sirkuit Magny-Cours, Prancis menjadi penutup ajang balap yang linier dengan World Superbike itu. Ana Carrasco akhirnya mencetak sejarah sebagai pembalap wanita pertama yang mampu menjadi juara WSSP300 sekaligus balap motor dunia. Sementara itu, tiga pembalap Indonesia yang ikut berkompetisi meraih hasil berbeda.

Kompetisi WSSP300 2018 dimulai di Aragon, dimana ini adalah seri ke-3 WSBK. Total ada 38 pembalap yang berkompetisi di musim ini dengan 4 motor.

Di seri pembuka ini regulasi terkait motor yang digunakan masih terasa belum seimbang. KTM RC390R dan Kawasaki Ninja 400 terasa sangat superior berkat keunggulan kapasitas mesin dibanding Yamaha YZF-R3. Sedangkan Honda CBR500R walau punya kapasitas mesin paling besar, namun performanya paling lemot.

Di seri ini juara diraih Koen Muffels yang menunggangi RC390R, diikuti Scott Deroue dan Mika Perez yang sama-sama menunggangi Ninja 400. Sementara itu, Ana Carrasco hanya finish ke-6 dan Galang Hendra gagal meraih poin, demikian pula Ali Adrian dan Imanuel Pratna.

Seri kedua dilangsungkan di Assen. Podium menjadi milik Luca Grundwald (RC390R) didampingi runner up Glenn van Straalen (RC390R) dan Deroue yang meraih podium keduanya. Carrasco meningkat dengan finish ke-4. Pembalap Indonesia pertama yang meraih angka justru Ali Adrian yang finish ke-13, sedangkan Galang Hendra dan Imanuel Pratna masih belum mampu mencetak poin.

Baru di seri ketiga di Imola, Galang Hendra meraih poin dan langsung mengoleksi 11 poin setelah finish ke-5. Di seri ini pula Carrasco mulai unjuk gigi. Ia memenangi pertarungan dengan Borja Sanchez (Ninja 400) untuk merebut kemenangan pertamanya sekaligus mulai memimpin klasemen. Podium ketiga diraih Kevin Sabatucci dengan Yamaha R3. Ali Adrian dan Imanuel Pratna 0 poin.

Donington Park menjadi seri keempat sekaligus kemenangan kedua bagi Carrasco. Makin memantabkan posisinya di puncak klasemen. Podium kedua dan ketiga diraih Dorren Loureiro dan Borja Sanchez. Galang Hendra finish ke-8 alias tambahan 7 poin. Di seri ini pula Ali Adrian menambah poin usai kembali finish ke-13. Inilah poin terakhir pembalap binaan Pertamina itu di WSSP300 musim ini.

Seri kelima menjadi milik Galang Hendra. Pembalap Biblion Yamaha itu selalu jadi yang tercepat sejak latihan bebas, superpole 2 dan disempurnakan di race. Kemenangan pertama pemuda Magelang itu di musim ini dan kedua setelah di Jerez akhir musim lalu saat masih berstatus pembalap wild card. Carrasco masih memimpin klasemen kendati hanya finish ke-11. Podium kedua ditempati Walid Khan (Ninja 400) dan ketiga Borja Sanchez yang mencetak hat-trick podium.

Seri keenam berlangsung di Misano, Italia. Berharap melanjutkan sensasi di Brno, Galang Hendra hanya berhasil menambah 9 angka usai finish ke-7. Di seri ini Imanuel Pratna sukses mengemas poin perdana dan langsung 5 angka setelah finish ke-11. Pemenang seri ini adalah Manuel Bastianini (Ninja 400) yang tampil sebagai pembalap wild card. Podium kedua dan ketiga Mika Perez dan Manuel Gonzalez (R3).

Portimao, Portugal menjadi tempat seri ketujuh. Di seri ini trio pembalap Indonesia kompak gagal menambah poin. Pemenang seri ini adalah Deroue diikuti Perez dan Gonzalez. Posisi Carrasco mulai terancam oleh Deroue dan Perez.

Akhirnya ssampai di seri kedelapan alias seri pamungkas. Balapan dilangsungkan di sirkuit legendaris Magny-Cours, Prancis. Hingga kualifikasi, Carrasco sangat terancam oleh Deroue. Sejak menang di Inggris, performa Carrasco memang cenderung menurun, sebaliknya Deroue makin mantab. Beruntung, di race Carrasco bisa mengamankan titel juara setelah Deroue gagal finish akibat Ninja 400 nya trouble mekanis dan Perez yang punya peluang menang justru disalip Daniel Valle (R3) sehingga gagal melampaui poin pembalap wanita itu.

Dan, World SSP300 musim 2018 dimenangi oleh Ana Carrasco, pembalap wanita pertama di dunia yang mampu memenangi kejuaraan balap motor dunia. Galang Hendra mengakhiri musim di peringkat 10, meleset dari target 3 besar. Ali Adrian dan Imanuel Pratna mendarat di posisi 23 dan 25.

Entah, apakah ketiganya masih akan mengikuti WSSP300 musim 2019 nanti atau tidak, kita tunggu saja.

Advertisements