Membandingkan Rekor Buruk Yamaha Musim 1997-1998 dengan Saat Ini!

Tim Yamaha telah melalui 23 balapan terakhir tanpa kemenangan. Ini adalah rekor baru performa buruk tim Iwata sejak terakhir dialami musim 1997-1998 silam. Ya, di periode itu Yamaha mencatatkan rekor 22 kali tanpa kemenangan. Lalu, apakah performa Yamaha saat ini benar-benar lebih buruk dibanding periode kelam 20 tahun silam?

Periode Kelam Pertama

Di musim 1997 ketika masih bernama kelas 500 cc, motor Yamaha YZR500 digunakan oleh beberapa pembalap seperti Luca Cadalora dan Troy Corser (Yamaha Promotor Racing) yang hanya 3 seri pertama, kemudian berganti nama menjadi Red Bull Yamaha WCM. Pembalap lain dengan motor YZR500 adalah Norick Abe dan Sete Gibernau (Yamaha Team Rainey) dan masih ada beberapa nama yang tergabung di tim privat namun tidak begitu terkenal.

Luca Cadalora 1997

Di musim itu, dominasi Honda diwakili oleh legenda Mick Doohan, Alex Criville dan Tadayuki Okada. Ketiganya mendominasi sepanjang musim terutama Doohan dengan rekor 12 kemenangan dari 15 seri! 3 seri lainnya dimenangkan oleh Criville 2 kali da Okada 1 kali. Artinya, Honda menyapu bersih kemenangan musim itu.

Prestasi tertinggi pembalap-pembalap Yamaha kala itu 2 kali runner up oleh Cadalora yang diperoleh di Mugello dan Brno. Selebihnya 3 kali podium ketiga (Cadalora 2, Norick Abe 1). Kesimpulannya, musim 1997 Yamaha meraih 5 podium.

Simon Crafar (11) Donington 1998

Musim berikutnya, krisis kemenangan Yamaha berlanjut. 7 seri perdana masih dilalui tanpa kemenangan. Hasil terbaik di periode ini adalah 2 kali podium masing-masing oleh Abe (runner up di Madrid) dan Simon Crafar (podium tiga di Assen). Kemenangan perdana Yamaha setelah 22 kali gagal menang dicetak Crafar di seri kedelapan di Donington Park. Kala itu pembalap Australia itu sukses mengalahkan Doohan dan Abe.

22 kali tanpa menang Yamaha musim 1997-1998 dilalui dengan koleksi 7 podium saja. Bagaimana dengan musim ini?

Rekor Baru

Kemenangan terakhir Yamaha M1 di periode ini adalah di Assen 2017 silam. Kala itu Valentino Rossi mengalahkan Danilo Petrucci hanya dengan 0,063 detik saja untuk mencetak kemenangan keempat Yamaha di 8 seri awal (3 lainnya disumbangkan Maverick Vinales). Sisa 10 seri musim itu selalu dipenuhi kegagalan menang. Praktis sejak saat itu hingga kini jelang seri ke-15 Thailand, tim biru tidak pernah lagi menang.

Podium Assen 2017

Angka 23 telah resmi memecahkan rekor buruk tim Iwata di musim 1997-1998. Andaikan seri Inggris tidak dibatalkan, boleh jadi sudah 24 kali Yamaha tanpa menang. Lalu, kembali ke pertanyaan awal, apakah periode kelam Yamaha saat ini benar-benar lebih buruk dari periode 1997-1998?

Sepanjang 23 kali tanpa kemenangan musim 2017-2018 ini, pembalap-pembalap dengan motor Yamaha meraih 18 podium. Rossi 7 kali (2 runner up), Vinales 6 kali (2 runner up) dan Zarco 4 kali (3 runner up), dan Folger 1 kali runner up di Jerman.

Jadi, lebih buruk periode 90an atau saat ini?

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.