Finish Kelima, Zarco Telah Kembali!

ktm indonesia

Kebangkitan Yamaha di Thailand menjalar ke Johann Zarco. Untuk pertama kalinya sejak podium Jerez, Zarco bisa finish di top 5. Kali ini Ia mengaku akhirnya bisa bertarung dengan pembalap, bukan dengan motor sendiri. Lho?

Total sudah 10 balapan pembalap Prancis itu gagal menembus 5 besar. Selepas terjatuh di Le Mans, yang merupakan balapan kandang, Zarco seolah lenyap dari pemberitaan. Prestasi terbaiknya hanya finish ke-7 di Catalunya dan Brno. Namun, Buriram membawa cerita berbeda.

Zarco menuntaskan gelaran pertama MotoGP Thailand di peringkat kelima, kurang dari tiga detik di belakang Marc Marquez, yang juga menjadi hasil terbaiknya sejak podium ketiga di Jerez, Mei lalu.

Usai balapan, Zarco menyebut balapan di Thailand sangat menguras stamina akibat cuaca panas dan menguras mental karena intensitas persaingan yang sangat ketat. Namun, Ia bersyukur bisa fokus balapan untuk mengalahkan pembalap lain, bukan justru bertarung dengan motor sendiri seperti yang dialaminya di beberapa seri terakhir.

“Saya kelelahan pada tiga balapan terakhir yang saya selesaikan, Austria, Misano, dan Aragon. Namun di sana, saya lebih bertarung dengan motor saya dibanding pembalap lain,” aku Zarco dari motorsport.com (9/10/2018).

Zarco kemudian mencoba menganalisa penyebab meningkatnya performa Yamaha M1 di Thailand. Ia menemukan fakta di beberapa bagian trek menguntungkan Yamaha, hanya di sebagian kecil tikungan yang membuat Yamaha M1 buruk.

“Saya pikir sektor dua, tiga, atau empat menguntungkan Yamaha.¬†Hanya Tikungan 3 dan 12, Tikungan 12 mungkin yang terburuk. Tapi yang lainnya lebih seperti tikungan cepat, dibandingkan akselerasi, dan karena itu kami kompetitif,” analisa Zarco.

Hemmm… jadi jika kemarin duet Rossi dan Vinales serta para insinyur di tim pabrikan bingung dengan penyebab meningkatnya performa M1, mungkin ini jawabannya.

Advertisements