Update Gempa Situbondo: Kekuatan Direvisi Menjadi 6,3 Magnitudo, Gempa Susulan Telah Terjadi!

ktm indonesia

Sebelumnya dari akun @infoBMKG gempa bumi Situbondo yang berpusat di 61 km utara laut Situbondo atau di Laut Bali dikabarkan memiliki skala 6,4 Magnitudo. Namun, update terkini BMKG kemudian merevisi menjadi 6,3 Magnitudo. Gempa susulan telah terjadi satu kali.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, yang diunggah ulang oleh akun facebook BPBD Kabupaten Situbondo menyebutkan sejumlah update terkait Gempa Situbondo.

Disebutkan bahwa pusat gempa ada di Laut Bali tepatnya sekitar 55 km arah timur laut Kota Situbondo pada kedalaman 12 km.

Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik.

Hingga pukul 02.30 wib, telah terjadi 1 kali gempa susulan dengan kekuatan 3,4 magnitudo.

Berikut Bunyi Lengkap Pernyataan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, ST:

GEMPABUMI TEKTONIK M6,4 MENGGUNCANG PULAU BALI DAN WILAYAH JAWA TIMUR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Hari Kamis, 11 Oktober 2018, pukul 01.44.57 WIB, wilayah Laut Bali diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dalam skala intensitas III-IV MMI, Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 02.30 WIB, Hasil monitoring BMKG sudah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M=3,4. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.***

Jakarta, 11 Oktober 2018
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

RAHMAT TRIYONO, S.T., Dipl. Seis, M.Sc.

Sekali lagi, tetap tenang tretan… berdoa semoga kita semua selalu dalam lindunganNYA. Amin

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.