Klasemen Lengkap ARRC 2018 Pasca Seri Kelima Sentul-Indonesia!

Kompetisi balap motor Asia Road Racing Championship (ARRC) telah memasuki penghujung musim. Dari enam seri yang direncanakan, ARRC 2018 hanya tinggal menyisakan satu seri terakhir yang akan dilangsungkan 30 November-2 Desember di Sirkuit Chang Internasional, Thailand. Akhir pekan lalu, seri kelima telah digelar di Sirkuit Sentul, Indonesia. Bagaimana peta persaingan di tiga kelas yang dipertandingkan usai seri Sentul? Cekidot yuk…

Underbone 150

Di kelas motor bebek ini pembalap Malaysia mendominasi. Ada 4 pembalap negeri jiran itu di top 5 dan hanya menyisakan satu pembalap Indonesia, Wahyu Aji Trilaksana di posisi kelima. Bahkan perebutn juara untuk musim ini hanya menyisakan dua pembalap teratas yakni Helmi Azman dan Izzat Zaidi. Keduanya dipisahkan 42 angka. Dengan sisa dua race di seri keenam, tentu saja peluang Helmi lebih besar dibanding Izzat.

Bagi Wahyu Aji, prestasi musim ini menurun dibanding musim lalu. Pada periode yang sama, di tahun 2017 lalu Wahyu Aji berada di posisi 2 dengan 120 poin, tertinggal 44 poin dari Akid Aziz yang akhirnya di akhir musim keluar sebagai juara umum. Sejak kelas Underbone ini naik menjadi 150cc (sebelumnya 130cc) di tahun 2017, Wahyu Aji memang terlihat kesulitan mengimbangi pembalap-pembalap Malaysia. Padahal di tahun 2015 dan 2016 kelas UB130 masih dimenangi pembalap Indonesia.

Asia Production 250

Inilah kelas paling populer di ARRC tahun ini. Tiga pabrikan besar tampil nyaris habis-habisan di sini. Develop motorsport 250cc juga terasa maksimal. Sejak dilahirkan tahun 2017 lalu, Honda CBR250RR telah menjelma menjadi motor paling kencang dan sulit dikalahkan. Bahkan, musim ini kelas AP250 sudah ketahuan siapa juara umumnya, baik pembalap maupun kategori tim.

Rheza Danica di musim keduanya sukses mengunci titel di seri kelima, Sentul. Ia berhasil mengamankan posisi teratas usai juara di race 1 dan runner up di race 2. Koleksi 193 poin dengan 6 kemenangan telah cukup membawa pembalap AHRT itu tampil sebagai juara umum. Dengan sisa 1 seri lagi, raihan poin Rheza sudah tidak mungkin dikejar Anuparb Sarmoon (Thailand) yang baru mengoleksi 126 poin.

Prestasi Rheza ini melanjutkan apa yang telah diraih pembalap AHRT musim lalu yakni Gerry Salim yang juga juara dengan 7 kemenangan. Jika di seri terakhir nanti Rheza bisa menyapu bersih kemenangan, maka rekor jumlah kemenangan Gerry Salim akan bisa disalipnya.

Jika di kelas UB150 pembalap Malaysia mendominasi, maka di kelas AP250 ini pembalap-pembalap merah putih yang merajalela. Tidak hanya menguasai klasemen (5 dari 6 pembalap teratas dari Indonesia), namun juga menguasai podium tertinggi. 5 seri, 10 balapan, 8 diantaranya menjadi milik garuda-garuda muda. 6 menjadi koleksi Rheza, dan masing-masing sekali untuk Rafid Topan dan Awhin Sanjaya. Dua kemenangan lainnya dikuasai Anuparb Sarmoon dan Muklada, keduanya dari Thailand.

Tidak hanya sukses menghantar pembalapnya juara, tim Astra Honda Racing Team (AHRT) juga sukses mempertahankan gelar juara kategori tim. Lima seri telah dilangsungkan, AHRT telah mengumpulkan 214 poin, unggul 83 angka dari peringkat kedua, Yamaha Thailand. Seri terakhir sudah tidak berarti apa-apa lagi.

Supersport 600

Diantara 3 kelas ARRC musim ini, kelas inilah yang paling sulit dikuasai oleh pembalap Indonesia. Hanya ada 3 pembalap tanah air yang turun di kelas ini, dua dari AHRT yakni Andi Gilang dan Irfan Ardiansyah dan Ahmad Yudhistira dari tim Manual Tech Kawasaki. Namun, walau kesulitan, Andi Gilang dan Yudhistira masih punya peluang untuk menjadi juara umum.

Finish 1-2 keduanya di dua race di Sentul kemarin membuka peluang itu. Padahal, sebelum dua kemenangan di seri kelima itu, Andi Gilang hanya berada di peringkat tengah dengan 49 poin, pun demikian dengan Yudhistira yang sedikit unggul dengan 59 angka.

Terbukanya peluang keduanya untuk meraih titel juara umum tidak lepas dari performa kurang bagus Azlan Shah dari Malaysia yang hanya menambah 17 poin di Sentul serta tidak berpartisipasinya Anthony West. Kini, West masih unggul dengan 136 poin, Azlan dengan 102 poin, sedangkan Andi Giland dan Yudhistira membuntuti dengan 99 poin.

Kita semua berharap di seri terakhir nanti di Thailand, Andi Gilang dan Yudhistira kembali mampu menampilkan performa luar biasanya seperti yang mereka tunjukkan di Sentul sehingga titel juara bisa dibawa pulang ke tanah air, seperti yang telah dilakukan ‘sang adik’ di kelas AP250. Amin.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.