Parah, Pembalap Malaysia Ini Sebut Balapan di Sentul Lebih Cocok Pakai Motorcross!

Gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) seri kelima di Sirkuit Sentul, Indonesia pekan lalu menyisakan cerita kurang baik bagi tuan rumah. Sejumlah pembalap mengeluhkan kondisi trek Sentul yang dinilai buruk. Kondisi aspal yang tidak rata menyulitkan banyak pembalap, termasuk yang dialami mantan pembalap Moto2 asal Malaysia, Zulfahmi Khairuddin.

Tampil di kelas SS600, Zulfahmi tampak kesulitan memaksimalkan motornya sepanjang akhir pekan di Sentul. Pembalap SIC Junior Team itu hanya menempati posisi ke-13 pada Race 1, dan ke-14 saat Race 2.

Ia kemudian mengkritik kondisi aspal yang menurutnya sangat buruk. Kondisi aspal yang tidak rata nyaris di seluruh sektor membuatnya kesulitan menemukan racing line yang tepat.

“Pada hari pertama, FP1 FP2 dan FP3 saya sedikit struggle dengan motor. Saya tak tahu bagaimana racing line, treknya agak sulit karena banyak sekali permukaan yang tidak rata,” keluhnya dikutip dari motorsport.com (19/10/2018).

“Saya sudah balapan di berbagai macam sirkuit di dunia, Sentul adalah yang paling sulit. Khususnya dengan permukaan trek yang tidak rata, juga banyak kerikil [aspal] beterbangan saat melakukan slipstreaming. Oleh karena itu, saya sempat mengatakan ‘mungkin lebih baik saya balapan menggunakan motocross’,” tambah Zul.

Pembalap Dunia Juga Keluhkan Sentul

Zulfahmi bukanlah orang pertama yang mengeluhkan kondisi Sentul. Beberapa pembalap lain juga merasakan hal yang sama, sebut saja Anthony West. Pembalap SS600 ini di tahun 2016 juga menyebut Sentul merupakan trek paling berbahaya karena permukaan aspalnya yang parah.

Seorang Marc Marquez juga menyebut Sentul berbahaya bagi MotoGP. Saat mendapat kesempatan menjajal Sentul di momen launching CBR250RR dua tahun silam, Ia menilai kondisi permukaan lintasan belum layak untuk menggelar MotoGP.

Empat kali juara dunia WorldSBK, Jonathan Rea, juga tidak luput mengomentari Sentul. Awal tahun ini saat KMI mengundang Rea ke Indonesia untuk mempromosikan New Ninja 250, pembalap Inggris itu sempat menjajal Sentul sebanyak 2 putaran. Komentarnya, aspal Sentul bumpy!

Pengaspalan Ulang

Sebenarnya, jelang ARRC kemarin Sentul sedikit berbenah yakni dengan mengadakan pengaspalan ulang. Trek sepanjang 4,12 km itu diaspal ulang hanya di bagian straight saja alias di trek lurus depan podium saja. Sisanya sejak tikungan pertama hingga terakhir dibiarkan.

Padahal, mereka akan menggelar balapan tingkat Asia, kenapa tidak sekalian diaspal ulang seluruhnya. Jika masalah dana menjadi alasan, kenapa tidak sekalian menolak dijadikan tuan rumah. Sepang saja yang kualitasnya sudah grade A tidak menggelar ARRC musim ini, Sentul sok-sok-an menerimanya. Hasilnya, Indonesia makin malu dengan komentar pembalap-pembalap yang turun berlaga.

Atau, sekalian saja dipakai buat balap motorcross sajalah Sentul ini wkwkwkwk…

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.