Vinales dan Rossi Tidak Kompak Soal Kebangkitan Yamaha di Motegi

MotoGP Jepang dijadikan pembuktian kebangkitan Yamaha seperti yang ditunjukkan di Buriram pekan lalu. Baik Valentino Rossi maupun Maverick Vinales telah melakoni dua sesi latihan bebas di Motegi, sehingga keduanya sudah bisa menilai apakah Yamaha benar-benar bangkit atau masih ragu. Begini tanggapan keduanya selepas latihan bebas Jumat.

Vinales menempati posisi kelima di FP1. Ia berjarak 0,282 detik dari Andrea Dovizioso sang pemuncak sesi. Sedangkan Rossi di posisi kesembilan.

Bagi Vinales, torehannya di FP1 sudah cukup membuktikan bahwa kebangkitan Yamaha di Thailand bukanlah kebetulan. Ia merasa kemajuan di Thailand bukan hanya soal ban tapi juga soal pendistribusian berat motor yang seimbang.

Di Jepang, Vinales mengaku akan fokus untuk mendapatkan feeling yang baik dengan motor.

“Saya sangat senang dengan langkah maju yang kami lakukan di Thailand, dan kami harus terus seperti ini. Kemajuan di Thailand bukan hanya tentang penggunaan ban. [Perbedaan paling penting di Thailand] adalah distribusi berat. Penting untuk mencobanya, bahkan saat hujan. Saya ingin melakukan banyak lap untuk fokus dengan feeling terhadap motor,” ungkap Vinales dikutip dari motorsport.com (19/10/2018).

Namun, Rossi sedikit berbeda. Ia tidak terlalu antusias dengan hasil hari pertama. Rossi menyebut kehilangan kesempatan melakukan latihan normal di FP2 membuatnya masih belum bisa menyebut Yamaha telah bangkit. Ya, di FP2 yang dilangsungkan sore, trek Motegi sempat basah kendati tidak hujan sehingga sesi tidak bisa berlangsung optimal.

“Saya senang jika ia benar, saya suka optimisme Maverick, tapi saya memilih untuk menunggu. FP2 adalah sesi yang penting, namun kami tidak melakukannya dalam cuaca cerah. Sulit dimengerti, kami akan menunggu besok. Kami akan menunggu apakah kami bisa kuat,” ujar Rossi.

Kedua pembalap Yamaha itu sama-sama menggunakan ban basah sepanjang sesi FP2 dan memilih tidak mencoba ban slick walaupun di akhir sesi trek mulai kering. Alhasil, keduanya hanya menempati posisi ke-14 dan 15. Hal itu dilakukan karena mereka memang bermaksud mencoba set up baru di sesi sore.

“Kami mencoba beberapa set-up berbeda untuk coba memahami cara menghemat penggunaan ban untuk akhir pekan. Tentu Anda memiliki feeling berbeda dengan ban hujan, tapi kami memiliki rencana untuk mencoba sesuatu pada siang hari, dan kami memutuskan untuk tetap melakukannya,” tutup the doctor.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.