Jika Marquez Habiskan Karir di Honda, Pertanyaan Ini Akan Terus Menghantui!

Marc Marquez baru saja merengkuh titel ketujuhnya di balap grand prix atau kelima di kelas MotoGP. Torehan hebat itu kemudian menimbulkan pertanyaan apakah Marquez bisa melakukannya dengan pabrikan lain. Seperti yang dilakukan Valentino Rossi yang pindah dari Honda ke Yamaha 2004 silam. Punya pengalaman seperti itu, Rossi justru berpendapat berbeda.

Ya, Rossi memang pernah melakukan sebuah perpindahan sensasional. Usai meraih 3 kali juara kelas primer, Rossi secara mengejutkan hengkang ke Yamaha yang kala itu masih menjadi tim medioker. Hasilnya, Ia menambah 4 koleksi titel juaranya bersama tim Iwata itu.

Usut punya usut, Rossi pindah karena merasa tidak dihargai oleh Honda. Honda memang berpendapat kesuksesan Rossi lebih karena faktor motor, bukan kehebatan pembalap.

Marquez Tidak Perlu Pindah Tim

Tujuh kali juara dunia MotoGP/500cc itu berpendapat Marquez tidak perlu berpindah tim untuk membuktikan kehebatannya. Ia cukup mendengarkan kata hatinya, jika merasa nyaman dengan Honda, kenapa harus pindah.

“Ini sesuatu yang sangat pribadi. Dia tidak harus berganti motor. Dia harus berpikir, (tetapi) jika dia merasa nyaman dengan Honda, dia bisa menjalani semua kariernya dengan Honda,” ucap Rossi dikutip dari motorsport.com 25/10/2018).

Lebih lanjut Rossi menjelaskan bahwa pindah atau tidaknya seorang pembalap merupakan urusan pribadi yang bersangkutan. Motivasi memegang peranan penting ketika pembalap telah memutuskan pindah atau bertahan. Tapi, setiap pembalap tentu memiliki cara berbeda untuk menemukan motivasi balapnya.

Sementara itu, di Februari lalu Marquez sudah menandatangani perpanjangan kontrak dengan HRC hingga 2020. Ketika disinggung soal kemungkinan menghabiskan karirnya bersama Honda, Marquez memberikan jawaban diplomatis.

“Kita bisa membicarakannya, tidak masalah!” ungkap Marquez.

RA pribadi juga tidak yakin Marquez akan memenuhi permintaan orang-orang soal mencoba tantangan baru di luar Honda untuk membuktikan kehebatannya. Ia berkali-kali mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja di Honda, jadi buat apa pindah.

“Seperti yang selalu saya katakan, saya merasa baik dengan HRC dan ketika semuanya berjalan baik, ini penting, dan sejak saya tiba di Honda, kami berada di salah satu momen terbaik kami, bersama dengan pabrikan,” ujarnya.

Casey Stoner

Sebelumnya, di era balap MotoGP baru dua pembalap yang bisa membuktikan kehebatannya bersama dua pabrikan berbeda. Selain Rossi seperti disebut di atas, ada satu pembalap lagi yang bisa melakukannya yakni Casey Stoner.

Pembalap Australia itu pernah juara dunia bersama Ducati di tahun 2007, gelar satu-satunya tim Italia itu di kelas primer. Kemudian melakukannya lagi di tahun 2011 bersama Honda.

Jadi, jika nantinya Marquez memutuskan menjalani karirnya hanya dengan Honda, maka berapapun jumlah titel juara yang diperolehnya, maka pertanyaan di atas pasti akan selalu muncul. Tapi, jika ingin melebihi torehan Stoner dan Rossi, ada Ducati atau bahkan Yamaha yang siap mewujudkan ambisinya hehehe…

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.