Rossi ‘Salahkan’ Postur Tubuhnya!

ktm indonesia

Rossi ‘Salahkan’ Postur Tubuhnya! Gara-garanya Ia kesulitan mengelola ban belakang YZR-M1 dibanding Maverick Vinales yang lebih pendek dan tentu saja lebih ringan. Rossi punya tinggi 181 cm, 10 cm lebih tinggi dari Vinales.

“Bagi saya, beberapa perbedaanya adalah berat, namun itu tidak jauh. Tapi toh, saya sedikit lebih berat,” Rossi membandingkan dirinya dengan Vinales, yang baru saja membawa Yamaha menang untuk pertama kalinya dalam 26 balapan.

Rossi menganalisa postur tubuhnya yang lebih tinggi dan lebih berat mengakibatkan beban motor menopang tubuhnya lebih berat dibanding Vinales. Sehingga ban belakang lebih besar menerima tekanan. Alhasil, kondisi ban lebih cepat aus.

Akhirnya, berbagai kelebihan atau keunggulan lain yang dimilikinya menjadi tertutupi oleh performa ban yang jelek. Motor menjadi mudah spinning terutama saat keluar tikungan cepat. Di sinilah kelebihan Vinales sehingga bisa tampil maksimal dan menang di Phillip Island.

Lebih lanjut, Rossi menganalisa dengan postur badan Vinales yang lebih pendek, Ia bisa lebih memajukan badannya ke depan. Sehingga distribusi bobot motor lebih rata, tekanan ban belakang tidak berlebihan.

Fokus Grip Belakang

Di latihan bebas Jumat, Rossi menempati posisi keempat dan Vinales keenam. Keduanya berjarak kurang dari 0,2 detik saja. Di sesi ini, Rossi lebih fokus ke grip belakang dan sedikit mengabaikan kecepatan puncak.

“Saya cukup kencang pagi ini, dan juga pada sore ini. Setelah memeriksa data dari Phillip Island, kami banyak bekerja pada set-up motor, coba meningkatkan grip khusunya pada ban belakang,” tambahnya seperti dikutip dari motorsport.com (2/11/2018).

Rossi sedikit memodifikasi set up motor dengan menyeimbangkan distribusi berat tubuhnya. Selain itu, Ia mengurangi kecepatan untuk mendapatkan akselerasi yang lebih baik.

Kita tunggu saja di sesi latihan bebas Sabtu ini, apakah Rossi bisa menemukan set up terbaik untuk memperebutkan posisi start terbaik di kualifikasi. Dan, puncaknya di hari Minggu, bisakah Ia mengikuti jejak Vinales menghadirkan kemenangan (lagi) bagi Yamaha seperti yang dilakukannya terakhir di Assen 2017 silam.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.