Bagi Marquez, Juara Dunia Adalah Jatuh Di Saat Yang Tepat!

Sering jatuh ternyata tidak selalu sejalan dengan kegagalan. Setidaknya jika hal tersebut mengacu pada seorang Marc Marquez. Menjadi pembalap paling sering terjatuh di MotoGP 2018, nyatanya Marquez sukses mempertahankan gelar juara dunia. Kuncinya adalah jatuh di saat yang tepat.

Data statistik pembalap MotoGP yang terjatuh sepanjang musim kembali memunculkan nama pembalap Repsol Honda itu sebagai yang terbanyak. Rekor yang ‘sukses dipertahankannya’ sejak tahun lalu. Namun, anehnya Ia juga membayar rekor buruknya itu dengan gelar juara.

Bagaimana bisa pembalap yang sering jatuh namun masih bisa juara dunia? Anehnya lagi, Marquez padahal dikenal sebagai pembalap yang paling bisa save dari kondisi nyaris jatuh. Sekali lagi kuncinya adalah soal ketepatan waktu jatuh.

marquez jatuh

Jatuhnya Marquez paling sering terjadi di sesi non-race. Latihan bebas, warm up bahkan di sesi kualifikasi adalah masa-masa Marquez ‘akrab’ dengan aspal dan gravel. Namun, saat race Marquez tercatat hanya dua kali terjatuh di musim 2018, di Mugello dan Valencia. Bahkan di Mugello Ia masih bisa melanjutkan lomba kendati hanya finish ke-16.

Jadi, jika melihat statistik jatuh Marquez yang mencapai 23 kali (crash.net, 23/11/2018), maka hanya 2 kali terjadi saat race, sisanya sebelum race. Inilah yang disebut jatuh di saat yang tepat.

marquez jatuh

Marquez sendiri pernah berujar Ia memang mencoba mencari limit dari kemampuannya dan motor tunggangan di setiap sirkuit. Sehingga tak jarang berakibat terjatuh. Positifnya, Ia akhirnya bisa mengetahui batas dan tidak melakukannya saat race. Jadilah Ia tetap mendominasi musim.

Advertisements