Yamaha FreeGo 125 Sudah Pakai ABS, Honda: “Belum Perlu”

ktm indonesia

Yamaha mulai memperkenalkan teknologi pengereman ABS di skutik kubikasi kecil seperti yang diinginkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Adalah FreeGo 125 yang menjadi motor pertama Yamaha yang menggunakan ABS pada motor di bawah 150cc. Lalu, bagaimana tanggapan Honda soal itu?

Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya mengatakan fitur ABS pada motor berkapasitas 125cc belum perlu. Hingga saat ini, AHM telah membekali fitur ABS motor berkapasitas paling kecil adalah 150cc yaitu pada Honda PCX dan Honda CBR150R. Sedangkan motor pada kapasitas 125cc masih menggandalkan fitur Combi Brake.

“Combi Brake sudah cukup”, ujar Thomas Wijaya dikutip dari tempo.co (17/11/2018).

Thomas menyebut beberapa faktor sebagai pertimbangan mengapa motor kubikasi kecil di Indonesia belum perlu mengaplikasikan piranti pengereman itu. Dari sisi teknis gaya berkendara, pengendara motor di Indonesia lebih sering bermotor dengan gaya stop and go dibanding dengan kecepatan tinggi.

Hal tersebut disebabkan infrastruktur jalan di tanah air yang masih tidak semuanya mulus layaknya jalanan di Eropa atau negara maju lainnya. Kondisi jalanan Indonesia masih banyak yang tidak layak dengan adanya lubang dan rusak sehingga tidak bisa digunakan untuk kecepatan tinggi. Kondisi berbeda di luar negeri dimana motor bisa masuk tol dan bisa dipacu dengan kecepatan tinggi

Faktor lain yang membuat Honda ogah membenamkan anti-brake lock system di produk entry levelnya adalah soal harga jual. Thomas mengatakan penyematan fitur ABS akan mengerek harga motor. Tentunya, hal ini mengakibatkan harga motor tidak kompetitif. Padahal di segmen bawah harga sangat sensitif bagi pasar.

“Harga bisa lebih tinggi bisa naik Rp3 jutaan,” ujarnya.

Benar memang, harga motor dengan ABS akan lebih mahal  dibanding yang non ABS. Misalnya, Yamaha FreeGo S 125 ABS memiliki harga Rp22,5 juta, lebih mahal sekitar Rp2,8 juta dibanding yang non ABS.

Opini

Apapun alasannya, pemberian fitur keselamatan (ABS) pada kendaraan bermotor roda dua, entah kapasitas mesin besar maupun kecil, tentu akan bermanfaat. Dua alasan yang dikemukakan Honda di atas sah-sah saja dikemukakan.

Namun, jika boleh beropini alasan di atas cenderung ngeles. Jika jalanan di tanah air yang belum memadai sehingga pengendara motor jarang berkecepatan tinggi dijadikan alasan, kenapa juga ABS mereka terapkan ke motor 150cc dan 250cc-nya? Bukannya jalan yang dilalui dan dilewati sama-sama rusak? Stop and go juga bukan?

Jika harga jual menjadi masalah, rasa-rasanya konsumen sudah banyak yang cerdas. Mereka sudah paham pentingnya keselamatan di jalan raya. Bagi yang belum paham, bukankah salah satu tugas produsen adalah memberikan edukasi soal itu?

Selain itu? Andaikan nantinya semua motor kubikasi kecil diwajibkan ber-ABS, apakah konsumen punya pilihan lain selain ‘terpaksa’ memilihnya? Gak kan.

Tapi, memang untuk saat ini karena pemberian rem ABS ke motor kubikasi kecil baru sebatas himbauan, tentu produsen akan memilih untuk tidak memasangnya, karena harga jualnya akan lebih mahal. Gak laku dong, sebab konsumen masih punya pilihan motor yang lebih murah.

Jalan keluarnya untuk saat ini ya dengan memberikan variasi pilihan seperti yang telah mereka lakukan. Ada varian non ABS dan yang tertinggi disediakan juga varian ABS.

Advertisements

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.