Ada Kampanye di Kunjungan Jokowi ke Yamaha?

ktm indonesia

Tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik. Pemilu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di bulan April 2019 mau tidak mau, suka tidak suka, membawa semua hal yang berhubungan dengan kandidat calon presiden dan calon wakil presiden pasti akan dihubungkan dengan politik. Wajar dan bukan sesuatu yang harus dikuatirkan. Termasuk yang terjadi di peresmian ekspor 1,5 juta unit motor Yamahad i pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Saat perhelatan peresmian tersebut menurut detik.com (3/12/2018) terdengar yel-yel nomor 1. Yel-yel tersebut mencuat usai Vice President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti menyampaikan terima kasih, baik kepada pemerintah maupun kepada karyawan PT Yamaha Indonesia yang telah berjuang demi torehan ini.

“Semangat kami adalah ‘semangat untuk menjadi nomor 1’. Ayo seluruh karyawan Yamaha, sekali lagi nomor?” kata Dyonisisius.

“Satu!” teriak karyawan.

“Yamaha nomor?” kata Dyonisius lagi.

“Satu,” jawab karyawan serentak.

“Terima kasih. Yamaha semakin di depan,” tutup Dyonisius.

“Yang terakhir tadi saya senang. Yamaha apa tadi?” kata Jokowi ketika dapat giliran berpidato setelahnya.

Nah, seperti disinggung di awal tulisan ini, momen di atas pasti akan dikaitkan dengan unsur politik. Yang dibilang kampanye-lah, mendukung salah satu paslon-lah bla bla bla… Insya Allah kita semua (atau hanya RA saja) paham dan maklum, terlepas dari aturan KPU soal kampanye atau atura bawaslu dan sejenisnya yang mungkin saja melarang.

Pembelaan Bikin Eneg

Sehingga, akhirnya pembelaan muncul. Termasuk yang dikatakan Dyonisius. Namun, justru pembelaan inilah yang bikin eneg mendengarnya. Coba simak kutipan dari detikOto lainnya berikut:

“Terkait hal ini, pihak Yamaha yang diwakilkan Dyonisisius mengatakan bahwa seruan tersebut bukan sebagai kampanye. Itu hanyalah kebetulan karena memang jargon Yamaha adalah ‘Semangat untuk Menjadi Nomor Satu’ atau ‘Yamaha. Spirit To Be No.1’.

“Tidak, tidak. Ini memang karena jargon Yamaha. Kita juga sebelumnya ada pikiran bahwa bakal ada yang menyangka seperti ini. Tapi sejatinya tidak, kok,” ucapnya di Pulo Gadung, Jakarta, Senin (3/12/2018).

“Ini hanya kebetulan saja (dikaitkan dengan kampanye) dan memang kebetulan pas ada Bapak Jokowi. Tapi sama sekali tidak bermaksud seperti itu, kok. Karena dari jargon ini sebenarnya ada pesan yang ingin kita sampaikan bahwa Yamaha ingin menjadi nomor satu dan kita harus tetap terus bersemangat,” tambah Dyonisisius.

Sanggahan pertama, yel-yel itu bukan kampanye. Kedua, yel-yel itu hanya kebetulan semata. Ketiga, jargon di yel-yel itu memang jargon Yamaha di acara tersebut. Keempat, kedatangan Jokowi hanya kebetulan. What?

Apakah sebuah kebetulan jika jargon sebuah acara peresmian menggunakan kata-kata ‘nomor 1’? Apakah sebuah kebetulan seorang presiden datang ke sebuah acara tanpa diketahui pihak pembuat acara? Sehingga yel-yel dan simbol kampanye calon presiden tiba-tiba cocok?

Terkait keinginan Yamaha yang ingin menjadi nomor satu, sebenarnya mereka memang sudah nomor 1 di sektor ekspor motor dibanding 4 pabrikan lain yang melakukan hal yang sama.

kunjungan jokowi ke yamaha

Mirip Reuni 212

Hal di atas kurang lebih mirip dengan acara besar di hari Minggu kemarin bertajuk Reuni 212. Mau dibantah kayak apapun, publik juga akan menilai hal itu akan menjadi sebuah kampanye politik, apalagi di acara tersebut hadir clon presiden Prabowo Subiyanto. RA mafhum jika Reuni 212 dikaitkan dengan dukung mendukung salah satu paslon, sebab sejarah terjadinya aksi 212 tidak terlepas dari rekam jejak salah satu paslon presiden-wapres.

Tidak usah dijelaskan seperti apa hubungannya, sampeyan yang mengikuti pemberitaan pasti paham ke arah mana hal itu terjadi.

Jadi, biarkan saja paslon-paslon itu berkunjung kemana, mendatangi even apa, bersama siapa dan apa yang dilakukannya, tidak usah disangkal yang tidak kampanye lah, tidak promosi lah bla bla bla… ungkapkan hal itu di depan bawaslu saja jika memang dianggap melanggar. Publik sudah paham, tidak mungkin kedatangan paslon tidak akan dikaitkan dengan unsur kampanye atau politik. Bulshit!

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.