Lorenzo: Kalahkan Marquez? Hanya Saya Yang Bisa!

Lorenzo: Kalahkan Marquez? Hanya Saya Yang Bisa! Terdengar sombong, angkuh dan sangat percaya diri? Sampeyan tidak usah ikut-ikutan menilainya, yang jelas apa yang dikatakan Lorenzo memang benar, hanya dia yang mampu mengalahkan Marc Marquez!

Sejak menjalani debut di kelas para raja tahun 2013 silam, Marquez seolah-olah tidak punya lawan sepadan. Ia terus mendominasi kejuaraan hingga musim 2018 lalu. Hasilnya, 5 gelar juara dunia MotoGP direngkuhnya. Dan hanya sekali Ia gagal melakukannya. Kapan?

Musim 2015. Siapa yang mengalahkannya? Jorge Lorenzo! Nah, paham kan mengapa sampeyan tidak usah menilai apakah kalimat Lorenzo sombong atau sejenisnya. Karena faktanya memang hanya Lorenzo yang mampu membendung Marquez di perburuan gelar MotoGP.

lorenzo kalahkan marquez

Lha, kan tahun 2015 Lorenzo ‘dibantu’ Marquez untuk juara dan menyingkirkan Valentino Rossi? Ah sudahlah cak, kejadian musim itu pasti akan terus menjadi kontroversi tanpa ujung kalau dibahas. Yang jelas, sejarah (baca wikipedia :P) akan mencatat Jorge Lorenzo sebagai juara MotoGP 2015!

Dan, Lorenzo bertekad melakukannya musim depan seiring bergabungnya X-Fuera ke dalam tim Marquez, Repsol Honda. Tentu, menjadi rekan setim Marquez bisa memperoleh keuntungan. Lorenzo bisa ‘belajar’ banyak dari partner sekaligus rivalnya itu selama berduet.

“Saya satu-satunya yang bisa mengalahkan Marquez. Dan Saya tidak berpikir tidak bisa melakukannya lagi. Saya akan melakukan yang terbaik, kendati itu tidak mudah,” optimis Lorenzo dikutip dari gpone.com (10/12/2018).

Nyaris Pensiun

Selain mengatakan sebuah optimisme menyambut musim 2019, Lorenzo ternyata mengeluarkan pernyataan cukup mengejutkan. Ia mengaku nyaris pensiun dari MotoGP sebelum akhirnya Honda ‘menyelamatkannya’.

Kondisi itu tak lepas dari performa buruknya bersama Ducati kendati sudah memasuki musim keduanya. Saat Ducati memutuskan tidak memperpanjang kontraknya, Lorenzo mengaku bingung dan hampir memutuskan pensiun.

lorenzo kalahkan marquez

Saat itu Ia sempat ditawari bergabung dengan tim satelit Yamaha. Namun, hal itu sama sekali tidak diinginkannya. Akhirnya, ketika depresi melanda Honda datang menawarkan sebuah kesempatan bergabung.

Akhirnya, tanpa pikir panjang Lorenzo mengiyakan. Dan, kita semua tahu seperti apa endingnya. Entah, karena sudah tenang mendapatkan tim di musim depan Lorenzo justru menggila dengan merebut dua kemenangan beruntun bersama Ducati di Mugello dan Catalunya dan disusul Austria sebagai kemenangan ketiganya.

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. Honda Mudahkan Adaptasi Lorenzo Dibanding Ducati - rideralam.com

Comments are closed.