Ducati Ingin Turun Moto3 Tapi Bisa Digagalkan Marquez

ktm indonesia

General manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna ‘masih yakin’ bahwa memulai proyek Moto3 penting bagi Ducati ‘tetapi pertama-tama kita harus menyelesaikan pekerjaan di MotoGP’. Pekerjaan di sini bisa jadi adalah juara dunia, tapi Marc Marquez akan jadi penghalang serius.

Rumor Ducati akan turun di Moto3 sebenarnya sudah lama digaungkan yakni sejak 2016. Gigi Dall’Igna ‘masih yakin’ adalah penting bagi pabrik untuk akhirnya bergabung dengan Kejuaraan Dunia Moto3.

Dall’Igna menyebut Moto3 menjadi ajang yang tepat untuk pembinaan pembalap muda. Di kelas paling bawah dari balap grand prix itu disebut bisa untuk mengembangkan talenta pembalap serta memahami sejauh apa potensi mereka.

ducati moto3

“Saya pikir [Moto3] adalah kelas paling penting untuk mengembangkan pembalap dan memahami potensi mereka,” kata Dall’Igna dikutip dari crash.net (17/12/2018).

“Jadi saya masih yakin bahwa penting bagi Ducati untuk bergabung dengan kelas itu. Tapi pertama-tama kita harus menyelesaikan pekerjaan di MotoGP”.

Menyelesaikan pekerjaan berarti memenangkan gelar MotoGP setelah selalu runner-up dengan Andrea Dovizioso selama dua musim terakhir, di belakang Marc Marquez. Nah, ini masalahnya…

Marquez terlalu kuat untuk ditaklukkan. Seiring makin sempurnanya RC213V serta bertambahnya kedewasaan sang pembalap, upaya Ducati ‘menyelesaikan pekerjaannya’ makin berat.

Kendati sukses menjadi pesaing utama Marquez dalam dua musim terakhir, nyatanya Andrea Dovizioso tidak mampu benar-benar mengalahkan Marquez. Ducati Desmosedici memang telah menjelma menjadi motor tangguh, tapi mental juara seorang Dovi masih dipertanyakan.

ducati moto3

Tidak Punya Pembalap Mental Juara

Di musim 2017, Dovi punya kesempatan besar untuk juara ketika hingga menyisakan 3 seri Ia hanya tertinggal 11 poin. Makin besar peluangnya setelah Ia memenangi seri Jepang.

Namun, nyatanya Ia justru finish ke-13 ketika Marquez memenangi balapan Philip Island. Jarak melebar menjadi 33 angka, setelah sempat memaksa pertarungan hingga seri terakhir, Dovi kembali menunjukkan inferioritasnya usai gagal finish di Valencia ketika Ia harus menang.

ducati moto3

Musim 2018 kejadian berbeda tapi memiliki cerita yang sama terjadi. Dovizioso justru melakukan start yang buruk di awal musim, sebaliknya Marquez sudah langsung tancap gas. Di paruh musim pertama, Dovi sudah langsung tertinggal 68 poin dari Marquez.

Hasil buruk Dovi tak lepas dari kegagalannya finish di 3 balapan plus 4 kali finish di luar podium. Marquez? hanya 2 kali finish di luar top 15, sisanya selalu podium 1-2-3.

Duet Baru

Kesempatan ketiga akan hadir musim 2019. Ducati punya kans untuk kembali menyelesaikan pekerjaannya. Duet baru Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci disiapkan untuk menghadang Marc Marquez. Tapi ingat, di kubu sebelah mereka punya Jorge Lorenzo yang siap mengusung misi balas dendam dengan Ducati yang telah membuangnya.

ducati moto3

Kesempatan Ducati masih terbuka lebar. Apalagi rival berat lainnya masih belum lepas dari masalah yakni Yamaha. Suzuki? Sekedar bertarung di zona podium masih okelah, untuk perebutan titel juara? Pembalap mereka masih butuh konsistensi. Jadi, musuh Ducati masih Honda dengan Marquez-nya.

Pertanyaannya, jika musim depan Ducati lagi-lagi gagal juara, lalu sampai kapan mereka akan serius turun ke Moto3? Bukankah sebaiknya sembari membiarkan pembalap utamanya memperebutkan gelar juara, di sisi lain mereka mempersiapkan calon juara dunianya di Moto3. Toh, mulai musim depan Ducati sudah tidak diribetkan dengan banyak motor di lintasan setelah Angel Nieto pindah ke Yamaha.

Advertisements