Duet Zarco-Folger Lebih Kuat Dibanding Zarco-Syahrin!

Tech 3 telah resmi hengkang ke KTM usai 20 tahun luar biasa bersama Yamaha. Sang bos, Herve Poncharal, mencoba memberikan penilaian terhadap dua musim terakhir timnya itu sebelum hengkang. Ia menyebut musim 2017 lebih cetar dari 2018. Duet Zarco-Folger lebih sukses menyita atensi publik dibanding Zarco-Syahrin.

Poncharal kemudian menceritakan bagaimana dunia terkejut dengan seri pembuka MotoGP 2017. Di lintasan padang pasir Losail, publik dikejutkan dengan lesatan sebuah motor hitam bernomor 5 usai lampu start padam.

Debut Fantastis

Start dari posisi 4, sang rookie Johann Zarco dengan Yamaha M1 #5 secara tidak terduga langsung melesat ke depan. Selepas tikungan pertama, Ia kemudian menjadi pemimpin balap. Zarco berada di depan Marc Marquez, Valentino Rossi, Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso. Wow…

6 putaran lamanya Zarco ngasapi pembalap-pembalap papan atas. Jelas publik terkejut. Kendati kita semua akhirnya tahu bagaimana jalan cerita selanjutnya, namun yang disajikan Zarco malam itu sangat berkelas. Datang dari Moto2, langsung unjuk gigi pamer kemampuan di debut balapnya di kelas MotoGP.

duet tech 3

Sepanjang musim itu, Poncharal seperti tidak henti dibuat takjub dengan performa duet rookie-nya. Zarco terus impresif hingga akhirnya merasakan podium pertamanya di depan pendukungnya di Le Mans. Ia finish kedua di belakang Vinales. Hingga akhir musim, Ia kemudian total 3 kali naik podium (ketiga di Sepang dan kedua di Valencia).

Bagaimana dengan Jonas Folger? Kendati tidak seimpresif sang partner, namun Folger tampil konsisten hingga paruh musim. 7 balapan pembuka selalu diselesaikannya dengan raihan poin. Puncaknya, di balapan kandang Sachsenring, Folger menggebrak dan nyaris menang jika bukan karena kemampuan Marc Marquez yang tampil mempesona.

Ia finish kedua di belakang sang juara dunia. Podium pertamanya musim itu dan sayangnya yang terakhir juga. Ia kemudian ‘dipaksa’ pensiun dini setelah serangan syndrom gilbert mengikis kemampuan fisiknya.

duet tech 3

Poncharal sukses membungkam para kritikus yang menyebut Zarco terlalu tua saat pindah ke MotoGP (usia 26 tahun) dan Folger hanyalah pembalap peringkat ketujuh di Moto2 musim sebelumnya.

Musim 2018

Poncharal kemudian membuat keputusan mengejutkan lagi di awal musim 2018. Ia menunjuk pembalap Malaysia, Hafizh Syahrin untuk menggantikan Folger guna berduet dengan Zarco. Hasilnya, Tech 3 tetap tidak kehilangan pesonanya.

duet tech 3

Zarco terus menampilkan performa brilian. Dua kali podium (runner up) di 4 balapan perdana seolah menggambarkan apa yang diraihnya di musim sebelumnya bukanlah kebetulan. Syahrin? Langsung mencetak angka di debutnya di Losail. Lalu, bagaimana Poncharal menilai dua musim spektakulernya itu?

Apa Kata Poncharal?

“Sejujurnya, di 2017-18 kami sudah melewati dua musim yang luar biasa. Mungkin 2017 lebih dari 2018,” kata Poncharal, selama wawancara eksklusif dengan crash.net (20/12/2018).

duet tech 3

“Mereka adalah dua orang pemula dari Moto2 dan langsung tune in di Yamaha. Jika saya mengatakan 2017 lebih kuat dari 2018 itu karena itu mengejutkan semua orang. Tidak ada yang mengharapkannya, jadi itu lebih besar. Tahun 2018 semua orang sudah tahu.

“Ketika Anda pergi ke balapan perdana dan memimpin untuk enam lap pertama, oke Johann (Zarco) berakhir dengan kecelakaan, tapi ‘Wow! Siapa pria ini? mengalahkan Marquez, Vinales, Rossi, Dovizioso, Lorenzo … Apa yang terjadi?’.

“Jadi meskipun ada juga beberapa momen sulit, seperti pertengahan tahun 2017 dan 2018, namun itu dua tahun yang luar biasa dan kami harus sangat berterima kasih,” kenang Poncharal.

Zarco Sukses, Tech3 Kecipratan

Secara total, Zarco mengoleksi 6 podium, 4 pole, 14 kali start front row dan 4 kali fastest lap dengan Tech3 Yamaha. Catatan itu tidak hanya membawanya mempromosikan diri ke tim-tim pabrikan (akhirnya sukses digaet KTM), namun juga membantu mengamankan langkah Tech3 sendiri untuk bergabung dengan tim asal Austria itu.

duet tech 3
Advertisements