Yamaha Tak Mau Dibandingkan Dengan Honda, Blogger Justru Sebaliknya!

Menarik membaca tulisan dari mas Taufik TMCblog soal strategi blue ocean Yamaha menghadapi persaingan market sepeda motor khususnya di segmen skutik. Skutik Yamaha berusaha sekuat tenaga menghindari head to head dengan Honda, tidak hanya dari produk yang dibuat tapi juga dari sisi mindset konsumen.

Lepas dari bayang bayang produk Honda . . . Menurut tmcblog ini adalah bagian dari Trik Jitu Marketing Yamaha Selama ini. Sebenarnya ini adalah bagian dari Strategy marketing yang dinamakan Blue Ocean Рdemikian kutipan dari tulisan beliau.

RA setuju, Yamaha memang begitu keukeuh untuk tidak sama dengan jalan yang ditempuh Honda. Bukan karena takut atau enggan bersaing, namun hal itu lebih sebagai strategi sadar diri.

Ya, sumber daya yang dimiliki pabrikan Iwata tidak sebesar Honda. Honda adalah raksasa otomotif khususnya roda dua dunia. Indonesia menjadi market terbesar mereka. Sehingga, menghadapi kekuatan jauh di atasnya, Yamaha akhirnya mencari jalan untuk menghindarinya Dari pada mati konyol, bukan?

yamaha tak mau dibandingkan

Ini bukan soal kamu takut, kamu berani, tapi ini soal bisnis yang harus mengeruk keuntungan dari investasi yang telah digelontorkan. Gak lucu bukan demi ego ‘gue berani’ akhirnya malah bangkrut. Dibully karena dianggap takut? Emang gue pikirin, yang penting gue untung!

Peran Blogger

rideralamNah, itu upaya Yamaha berusaha sekuat mungkin menghindar dari perbandingan dengan Honda. Namun, di luar sana tidak semua bisa dikondisikan begitu. Contoh paling jelas ya di jagad blogsphere roda dua tanah air. Mau menghindar bagaimanapun, tulisan-tulisan berisikan perbandingan produk pasti akan dibuat dan diproduksi terus. Kerjaan blogger nih, macam RA ini hehehe…

yamaha tak mau dibandingkan

Ketika Yamaha berusaha sekuat mungkin menghindari BeAT 110 dengan memproduksi Mio M3 125 (perbedaan kubikasi), tak lama kemudian bermunculan artikel perbandingan keduanya. Atau bagaimana ketika Lexi 125 diluncurkan pasti ada artikel perbandingannya dengan Vario 125. Apalagi ketika PCX 150 muncul, jelas ramai perbandingan dengan NMax 155. Pun demikian dengan Aerox 155 vs Vario 150

Seolah-olah apa yang dilakukan blogger ini melawan kehendak Yamaha. Yamaha ingin menanamkan mindset di konsumen bahwa produk mereka tidak sama dengan produk Honda, blogger justru melakukan sebaliknya. Dan itu wajar seru serta menarik untuk dilakukan. Kecuali si blogger sudah ‘dipegang’ oleh Yamaha.

yamaha tak mau dibandingkan

Jadi, sebenarnya pertarungan Yamaha di market tanah air tidak hanya sekedar dengan kompetitor seperti Honda, tapi juga dengan kreativitas dan imajinasi para blogger otomotif. Dan memang seharusnya begitu, jangan sampai dari sisi blogger menjadi selalu senada seirama dengan keinginan pabrikan, sebab konsumen butuh informasi pihak ketiga, ya dari blog.

Advertisements