Fisik, Wajah, Gaya Bicara dan Perilaku Mirip, Inikah Pengganti Rossi?

Moto2 musim 2019 telah resmi akan diikuti 32 pembalap. Banyak di antara mereka yang berasal dari kelas Moto3, termasuk top 3 klasemen akhir yakni Jorge Martin, Fabio di Gianantonio dan Marco Bezzecchi. Nama terakhir merupakan murid Valentino Rossi di VR46 Academy. Tidak sekedar murid, Bezzecchi mengingatkan pada Rossi muda!

Setidaknya itu yang dikatakan bos Tech 3, Herve Poncharal kepada awak media. Alasan itu pula yang membuat Bezzecchi direkrut ke dalam timnya Red Bull KTM Tech 3 di Moto2. Menurut pria Prancis tersebut, ada kesamaan antara Bezzecchi dengan The Doctor ketika masih belia.

“Saya beruntung mengikuti Valentino ketika dia pertama kali tiba di kelas 125cc dan Marco mengingatkan saya pada Valentino muda, tidak bisa dipercaya. Fisiknya, wajahnya, tetapi juga cara dia berperilaku dan berbicara. Saya hanya berharap dia akan memiliki karier yang sama,” tukas Poncharal dikutip dari motorsport.com (5/1/2019).

rossi muda

Poncharal merekrut Bezzecchi usai Moto3 Argentina, namun Ia mengaku sudah menentukan pilihan itu jauh sebelum sang pembalap memenangi seri Argentina itu.

rossi muda

“Segera setelah kami mulai berbicara tentang Moto2 dengan KTM, saya memberi tahu mereka di Argentina bahwa pembalap yang ingin saya miliki adalah Bezzecchi. Ini bahkan sebelum dia memenangi balapan pertamanya di Argentina,” tuturnya.

Ulangan Rivalitas Rossi vs Marquez di Moto2

Perebutan gelar juara Moto3 musim 2018 memang ketat. Bezzecchi secara mengejutkan tampil luar biasa dan memberikan tekanan besar untuk Jorge Martin yang selalu memimpin klasemen. Namun, sayang memasuki akhir musim, performa Bezzecchi sedikit kendor. Ia akhirnya mengakhiri musim di posisi ketiga di belakang Martin (juara dunia) dan Gianantonio (runner up).

Di Moto2 nanti, Bezzecchi akan kembali bertarung dengan dua rival Moto3-nya itu. Selain keduanya, ada satu nama yang harus dikalahkan pembalap berusia 20 tahun itu yakni Alex Marquez. Kenapa? Selain untuk juara dunia memang harus mengalahkan semua pembalap, faktor Rossi dan Marquez bisa menjadi pemicu lain. Dan, hal itu sudah sempurna dilakukan Pecco Bagnaia tahun lalu.

Advertisements