Penghalang Rossi Raih Gelar ke-10 Bertambah

Terakhir meraih titel tahun 2009 silam, Rossi terus mencari gelar ke-10-nya. Beragam pembalap telah menghalanginya meraih titel itu, tidak terkecuali rekan setim. MotoGP musim 2019 ini penghalang Rossi raih gelar ke-10 dipastikan bertambah satu pembalap lagi. Dia adalah sang murid yang begitu dibanggakannya.

Memang masih ada rival hebat bernama Marc Marquez yang siap merebut gelar ke-6-nya di kelas primer. Atau Andrea Dovizioso yang makin menakutkan bersama Desmosedici . Jangan lupakan juga motivasi ekstra Jorge Lorenzo setelah berpindah ke Repsol Honda. Satu lagi, Maverick Vinales rekan setim yang telah mengalahkannya musim lalu.

Deretan pembalap di atas merupakan musuh ‘tradisional’ Rossi selama ini. Rival yang sudah bertahun-tahun memupus asa the doctor menggenapi gelar juara dunianya. Dan, musim ini Rossi dipastikan akan ketambahan satu lagi pembalap yang bisa menghalanginya meraih titel impian, dia adalah sang murid yang dibanggakannya, Franco Morbidelli.

penghalang rossi

Mungkin, untuk merebut gelar juara masih agak jauh, tapi untuk sekedar mengalahkan sang guru di beberapa seri sekaligus menghambat raihan poin maksimal, Morbidelli punya kapasitas untuk itu. Rossi harus waspada tentunya dengan sang murid.

Modal Morbidelli menghalangi impian sang guru tidak bisa diremehkan. Selain faktor skill yang sudah terbukti dengan torehan rookie of the year 2018, Morbi juga didukung motor yang kabarnya setara dengan milik Rossi. Belum cukup? Di balik layar pembalap 24 tahun itu bukan orang sembarangan. Ia adalah Ramon Forcada, crew chief yang telah sukses membawa Jorge Lorenzo 3 kali juara dunia..

penghalang rossi

Performa menawan Morbidelli bersama Yamaha sudah diperlihatkannya di tes Valencia dan Jerez akhir tahun lalu. Menggeber motor YZR-M1, ia berhasil menjejaki posisi keenam di dua sesi tes itu. Morbidelli telah mengalahkan Rossi (Valencia ke-9; Jerez ke-11).

Terus Beradaptasi

Morbidelli memang terlihat lebih cocok dengan Yamaha. Namun, Ia mengaku masih terus mengekstrak gaya balapnya dari RC213V ke YZR-M1. Dua motor yang disebutnya sangat berbeda.

“Motor ini (YZR-M1) sangat halus dan untuk melaju kencang, saya kira Anda harus lebih halus dan mencoba mengalir. Inilah yang sedang saya coba lakukan saat ini,” ucap Morbidelli dikutip dari motorsport.com (11/1/2019).

“Saya butuh lebih banyak waktu untuk memahaminya dan mengemas paket dengan benar ketika saatnya time attack, serta untuk memahami bagaimana memanfaatkannya demi kecepatan. Saya perlu waktu lebih banyak,” tandas Morbidelli.

Jadi, siapkah Rossi melihat sang murid sering mengalahkannya di lintasan sepanjang musim 2019 nanti. Siapkah Rossi kembali kehilangan peluang meraih titel impian? Jika itu terjadi, setidaknya Ia bisa tersenyum melihat anak didiknya berhasil. Toh ada ungkapan, guru yang sukses adalah yang bisa membawa sang murid mengalahkannya!

penghalang rossi
Advertisements