Modal Dovizioso Juara Musim Ini, Petrucci!

Modal Dovizioso Kejar Gelar Juara, Petrucci! Bingung dengan judulnya? Sama RA juga bingung, tentu saja kalau bukan RA sendiri yang nulis. Tapi, judul di atas tidak salah ketik atau sejenisnya. Maksudnya, dengan memiliki partner anyar seperti Danilo Petrucci, Andrea Dovizioso percaya diri untuk mengejar gelar juara dunia. Ia merasa nyaman dengan Petrux.

Ya, musim ini Dovizioso benar-benar menjadi pembalap utama Ducati. Artinya, segala beban dan tekanan untuk menang sekaligus meraih gelar juara kini ada di pundaknya. Kendati hal itu sudah dialaminya di dua musim ke belakang, namun sejatinya Jorge Lorenzo lah pembalap utama Ducati.

modal dovizioso juara

Sayang, Lorenzo tampil di bawah ekspektasi selama dua musim bersama tim merah. Di luar dugaan, Dovi yang muncul sebagai senjata utama Ducati melawan dominasi Honda dengan Marc Marquez-nya. Tidak hanya itu, Lorenzo dan Dovi kerapkali tidak seirama dalam berpendapat di depan publik. Dovi sering uring-uringan.

Kini, dengan memiliki partner sesama Italiano, Dovizioso merasa makin nyaman. Keduanya akrab berbicara terutama untuk peningkatan motor. Bahkan Petrucci alias Petrux, pindah ke Forli yang dekat dengan tempat tinggal Dovizioso untuk berlatih bersama.

modal dovizioso juara

“Saya punya teman satu tim yang baru. Dia bisa diajak bekerja sama. Tujuan kami agar bisa membawa motor Ducati selalu tampil di level yang diperlukan. Saya tidak sabar untuk memulai seri pertama,” ungkap Dovizioso seperti dikutip dari maniakmotor.com (24/1/2019).

Modal Dovizioso Juara: Buang Inkonsistensi!

Musim lalu, Dovi haru puas mengakhiri musim di posisi runner up, sama dengan musim sebelumnya. Ia selalu kalah dari Marquez sang juara dunia. Padahal, motor Desmosedici GP18 (juga GP17 musim sebelumnya) digadang-gadang menjadi motor terbaik di trek.

GP18 tidak lagi hanya bermodal kencang saja di trek lurus, namun juga sudah cakap masuk dan keluar tikungan, salah satu kelemahan mereka selama ini.

modal dovizioso juara

Konsistensi Dovi menjadi penyebabnya. MotoGP musim 2018 sebenarnya dibuka Dovi dengan sangat baik. Ia memenangi seri pembuka Qatar. Sayang, Ia kemudian ‘buang-buang’ poin dengan terjatuh di Jerez, Le Mans dan Barcelona. Alhasil, Ia gagal menyaingi Marquez hingga akhir musim.

Advertisements