Motor Masuk Tol: DPR Yang Usul, Kemenhub Menolak!

ktm indonesia

Kabar baik berhembus bagi pengguna motor atau biker tanah air. Ada wacana untuk membolehkan motor masuk jalan tol, cak. Wow… asyik nih buat yang selama ini ngidam masuk tol tapi pakai motor. Tapi, kabar tersebut masih sebatas usulan, tapi memang harus begitu biar adil.

Adalah Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang mengusulkan kepada pemerintah RI agar sepeda motor diijinkan masuk tol. Namun, teknisnya nanti motor tetap tidak akan dibiarkan ‘berkompetisi’ langsung dengan kendaraan roda 4 atau lebih.

motor masuk tol

Para pemotor kabarnya akan diberikan jalur khusus di jalan bebas hambatan atau jalan tol. Jalur tersebut ada di kanan-kiri jalan utama dengan lebar 2,5 meter. Menurut pria yang akrab Bamsoet itu, pengendara motor juga punya hak sama dengan pengendara mobil. Nah, ini masuk bu ekooo….

“Saya mendorong agar pemerintah juga memikirkan ruas-ruas tol lainnya dipersiapkan khusus untuk kendaraan roda dua karena mereka juga memiliki hak sesama warga negara untuk menikmati hasil pembangunan,” kata Bamsoet kepada wartawan di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu seperti dikutip dari detik.com (27/1/2019).

“Sebenarnya untuk ini tidak ada kendala, hanya keinginan pemerintah saja bersama Menteri Perhubungan untuk mengatur adanya satu ruas (selebar) dua setengah meter, kiri kanan, khusus untuk jalur motor. Bebas, semua motor (nggak cuma moge),” lanjut Bamsoet.

motor masuk tol

Nah, jelas ya yang diusulkan adalah semua jenis motor, cak. Jadi, jika sampeyan ‘hanya’ punya BeAT atau Mio atau Nex atau motor kecil lainnya, bersiaplah melatih mental riding di jalan tol ya. Jalan bebas hambatan, cak! Hemm… Setidaknya sebelum macet kembali menghadang.

Motor Masuk Tol, Ada Regulasinya

Pada dasarnya, jalan tol merupakan jalan milik bersama. Artinya, di aturan sudah jelas tertera kalau motor memang boleh masuk tol. Tapi, ada syaratnya. Apa itu?

Di Peraturan Pemerintah PP Nomor 44 Tahun 2009, yang merevisi Pasal 38 PP Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol, pada Pasal 1a disebutkan jika jalan tol bisa dilengkapi jalur khusus untuk kendaraan bermotor roda dua. Dengan catatan, jalur harus terpisah secara fisik dengan jalur kendaraan roda empat atau lebih.

Nah, di Indonesia sebenarnya motor masuk tol dengan ruas kanan-kiri khusus sudah ada contohnya. Tol (atau jembatan) Suramadu dan jalan tol Mandara di Bali juga punya fasilitas itu. Gratis? Bisa jadi gratis di awal-awal peluncuran, setelah itu ya bayar dong, mosok ngarep gratisan mulu ih

motor masuk tol
TOL BALI MANDARA – Sejumlah kendaraan oda empa maupun roda dua melintas Tol Bali Mandara di Bali

“Jangan hanya pemilik roda empat yang punya kenikmatan bebas hambatan. Kan uangnya sama-sama dari rakyat, pemotor juga bayar pajak. Dan pemotor pakai tol itu nanti bayar juga,” pungkas Bamsoet.

Yup, itu poinnya. Baik pengendara mobil maupun motor sama-sama bayar pajak, seharusnya fasilitas yang didapat juga seimbang. Setuju, cak? Sekarang tinggal pemerintah, mau gak berlaku adil?

Kemenhub Menolak

Eh tapi, belum apa-apa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menolak wacana itu lho, cak. Mereka mengatakan motor masuk tol membahayakan si pengendara. Nih kutipannya…

“Coba bayangkan seandainya tol dari mulai Cikampek mau ke Cirebon, mungkin ada orang Karawang mau ke Cirebon, menggunakan sebelah kiri jalan tol dengan kondisi katakanlah hanya dibuat marka saja, seperti apa, bahaya kan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi.

“Kita tahu semua bahwa motor itu kan bukan untuk jarak jauh. Kalau kita jadikan itu untuk jarak jauh kan bahaya. Apalagi kalau misalnya jalan tol itu untuk sepeda motor tidak ada barikade atau tidak dipisahkan,” tambahnya.

Eh, alasan di atas itu kan soal teknis ya, cak. Kalau alasannya membahayakan si pengendara karena tidak ada pembatas, hanya marka saja, tinggal buatkan pembatas. Suramadu dan Bali Mandara bisa dicontoh tuh.

Kalau alasan lainnya karena motor bukan untuk transportasi jarak jauh, bukannya di tol ada rest area? Fasilitasi saja para pemotor dengan membangun rest area yang lebih banyak. Simpel, hanya mau tidak pemerintah melakukannya?

Advertisements