Evolusi YZR-M1 Dari Masa Ke Masa, Artikel Panjang Cak!

Yamaha baru saja merilis YZR-M1 edisi 2019 dengan perubahan livery yang cukup signifikan. Ini adalah YZR-M1 generasi ke-18 sejak pertama kali digunakan pada balapan grand prix tahun 2002. Menarik untuk melihat perjalanan M1 dari tahun ke tahun, apa saja yang berubah dan apa saja yang konsisten tetap dipertahankan. sampeyan kudu siapkan kopi cak, artikelnya lumayan panjang ini.

Perubahan paling terlihat jelas di sisi livery. Setidaknya ada 3 warna utama yang pernah nempel di bodi M1. Warna merah, kuning dan biru dengan berbagai variasi kedalamannya.

Yang patut diapresiasi dari M1 ini adalah konsistensi Yamaha di tiga hal sejak MotoGP beralih ke mesin 4 tak. Pertama mereka konsisten menggunakan nama YZR-M1. Kedua, konfigurasi mesin yang tidak berubah yakni inline four. Ketiga, konfigurasi sasis yang sama dengan bahan aluminium. Hal itu sudah dilakukan Yamaha sejak 2002 hingga edisi terbaru 2019.

Dan itu berhasil. Yamaha telah membawa pembalapnya juara tujuh kali dalam 17 tahun dan telah memenangkan gelar pabrikan lima kali.

Yang menarik adalah konsistensi Yamaha di poin kedua di atas yakni konfigurasi mesin inline four. Kendati sempat mempertimbangkan konfigurasi mesin V4, termasuk mesin lima atau enam silinder, namun urung dipakai karena bobot mesin akan overload.

Yamaha makin yakin dengan mesin V4 inline di M1 setelah uji coba tahun 2001. YZR-M1 yang diuji juara World SBK, John Kocinski, mampu lebih kencang dari pembalap yang menggunakan motor 2-tak YZR500

Evolusi YZR-M1 Dari Masa Ke Masa:

2002 (0WM1)

Regulasi MotoGP kala itu membolehkan tim menggunakan mesin 990cc. Namun, Yamaha M1 hanya berkapasitas 942cc di paruh musim. Baru di paruh kedua, M1 diupgarde menjadi 990cc. M1 menggunakan 5 katup per-silinder dengan 3 intake dan 2 katup buang.

evolusi yzr-m1

Hasilnya, Yamaha mampu menghentikan dominasi Honda RC211V dengan dua kemenangan di Brno dan Sepang oleh Max Biaggi. Biaggi sendiri mengakhiri musim sebagai runner up.

2003 (0WN3)

YZR-M1 di tahun keduanya ini sudah mengalami beberapa perubahan. Mesin (karbu) konservatif ditinggalkan digantikan pengabutan injeksi, 2 injektor per-silinder. Engine braking control system untuk mencegah penguncian roda belakang diperkenalkan. Inilah cikal bakal teknologi ride-by-wire.

evolusi yzr-m1

Namun, perubahan tidak serta merta membuat M1 berjaya. Penurunan performa justru terjadi. Ditinggal Biaggi, Yamaha M1 gagal menang di musim 2003 dan hanya sekali naik podium ketiga di Prancis oleh Alex Barros. Musim ini, mesin V5 RC211V sangat mendominasi.

2004 (0WP3)

Hancur lebur di musim sebelumnya, Yamaha mulai bangkit di tahun 2004 ini. Mereka membuat lompatan dengan memperkenalkan teknologi crossplane crankshaft. Mesin V4 inline masih setia digunakan, namun jumlah katup dikurangi menjadi 4.

evolusi yzr-m1

Masuknya Valentino Rossi yang kecewa di Honda menjadi pusat segala perubahan Yamaha. Hasilnya instan, Rossi langsung membawa M1 menang di seri pembuka di sirkuit Welkom, Afrika Selatan. Rossi kemudian menambah 8 kemenangan lagi di musim itu untuk membawanya juara dunia MotoGP 2004. Sayang, sang teammate Carlos Checa dan dua pembalap tim satelit Marco Melandri dan Norifumi Abe tidak mencatat kemenangan, Yamaha gagal juara konstruktor.

2005 (0WP4)

Telah ada belasan tahun dan dua perubahan besar peraturan mesin antara M1 2005 dan versi 2018, tetapi M1 2005 terlihat hampir identik dengan semua penerusnya. Warna biru masih ada, namun ada livery khusus kuning dan putih-merah.

livery yzr-m1
evolusi yzr-m1

Revolusi M1 sejatinya ada di periode ini. Tampilan baru adalah hasil dari dorongan pada sisi aerodinamis, meningkatkan kecepatan hingga 5 km / jam dan penghematan bahan bakar sebesar 8%. Mesin yang sama sekali baru, dengan camshaft digerakkan oleh gear pusat daripada rantai. Dan sasis baru menyelesaikan transformasi terbesar untuk M1.

livery yzr-m1

Dan semuanya terbayar lunas. Rossi kembali juara dengan 11 kemenangan. Hasil yang cukup membawa Yamaha juara konstruktor dan tim. Pesaing terdekat adalah Marco Melandri dan Nicky hayden dari Honda.

2006 (0WR3)

Mendominasi di tahun 2004 dan 2005, Yamaha memberikan ubahan pada M1 2006. Upgrade utama adalah fly-by-wire, mengadopsi kontrol peluncuran, kontrol roda dan kontrol traksi serta sistem regulasi pengereman engine elektronik. Power naik sedikit, juga, berkat lebih banyak revisi bore and stroke. Yamaha M1 diklaim punya tenaga hingga 240bhp.

evolusi yzr-m1

Desain bodi tidak banyak perubahan, hanya masuknya sponsor Camel membawa penyegaran kendati M1 masih berwarna kuning.

Hasilnya, Rossi mengoleksi 5 kemenangan. Namun, hal itu tidak cukup untuk membawanya juara. Ia kalah dari 2 kemenangan plus konsistensi Nicky Hayden bersama Honda yang akhirnya tampil sebagai juara.

Di musim ini juga tercatat dominasi Honda dan Yamaha tidak segarang musim sebelumnya (sebenarnya lebih tepat dominasi Rossi ya). Ducati dengan Loris Capirossi juga mulai unjuk gigi. Pembalap Italia itu mampu mencuri 3 kemenangan untuk Ducati

2007 (0WS4)

Regulasi mesin berubah di tahun 2007. Kapasitas mesin diturunkan menjadi 800cc. Namun, kendati baru namun jika dilihat kasat mata mesin M1 terlihat tidak berbeda. Yamaha tetap menggunakan sasis YZR500 dan tidak mau ada perubahan radikal dengan mesin baru.

evolusi yzr-m1

Akibat penurunan kapasitas mesin, YZR-M1 kini hanya memiliki tenaga maksimal 200 bhp, turun 40 bhp dari mesin 990cc. Namun, efek positifnya motor jadi lebih kompak dan ringan.

Tahun 2007 adalah tahunnya Casey Stoner dengan Ducatinya. Regulasi baru yang banyak menguntungkan pabrikan Italia itu membawa Stoner cukup mudah menjuarai kejuaraan. Rossi dan M1 sendiri masih mampu mengoleksi 4 kemenangan namun hanya bertengger di posisi 3 klasemen

2008 (0WS5)

Kombinasi Yamaha-Rossi telah lama menempatkan diri sebagai yang harus dikalahkan. Namun, Yamaha sadar bahwa kemenangan mereka hanya disumbangkan oleh Rossi seorang. Sehingga banyak yang berpendapat, Yamaha menang karena Rossi, bukan motornya.

evolusi yzr-m1

Mendapatkan opini begitu, tahun 2008 Yamaha mengikat juara GP250 Jorge Lorenzo. Hasilnya tokcer. Lorenzo muda langsung menang di debut bersama M1. Apakah Rossi terancam?

Tidak di tahun itu. Sebab, Rossi masih memenangi balapan hingga 9 seri dan mengunci titel kedelapan. Ia melengkapi koleksi juaranya dengan mesin 500cc, 990cc dan 800cc.

Evolusi M1 tahun ini dengan meningkatkan power hingga 210 bhp, frame lebih rigid dan ubahan desain fairing membuat suhu mesin berkurang 10 derajat Celcius. Namun, yang paling menyita atensi publik adalah diperkenalkannya katup pneumatic. Teknologi yang mampu mereduksi bobot sistem valve hingga 40%. Musim ini Yamaha mengklaim juara konstruktor berkat kolaborasi kuat Rossi-Lorenzo.

2009 (0WS8)

M1 2009 terlihat sama dengan tahun sebelumnya. Namun, nyatanya evolusi terus berlanjut. Regulasi kembali berubah yakni adanya pembatasan penggunaan mesin dalam semusim. Yamaha akhirnya kembali mengurangi power M1 menjadi 200 bhp untuk memperpanjang usia pakai mesin.

evolusi yzr-m1

Perubahan lain termasuk bentuk ruang bakar baru dan pendinginan yang meningkatkan usia pakai piston dan poros engkol yang lebih berat untuk membuat mesin lebih mudah digunakan. Di sisi sasis, wheelbase dipanjangkan dengan penyesuaian lebih lanjut.

Sekali lagi, kombinasi Rossi-Lorenzo mampu membawa Yamaha berjaya. Rossi meraih titel ketujuh di kelas primer dengan 6 kemenangn. Namun, dibalik dinding pemisah di garasi, Lorenzo sukses mengoleksi 4 kemenangan. Cikal bakal perseteruan Rossi-Lorenzo terjadi di musim ini.

2010 (0WS9)

Don’t change the winning formula. Yamaha tidak membuat revisi besar-besaran pada M1 2010. Ubahan hanya dilakukan dengan menambah rigiditas sasis, bentuk outlet samping fairing untuk mengekstraksi udara panas dari radiator sehingga bisa mengurangi suhu mesin. Yamaha mengklaim mesin M1 bisa bertahan hingga 2000 km. Di tahun ini juga Yamaha membangun wind tunnel.

evolusi yzr-m1

Hasilnya, Yamaha kembali mendominasi. Namun, gelar juara kali ini jatuh ke Lorenzo. Sembilan kemenangan X-Fuera mengerdilkan 2 kemenangan Rossi yang harus absen di 3 balapan akibat cedera. Di akhir musim, Rossi pamit untuk hengkang ke Ducati setelah hubungan dengan Lorenzo makin dingin.

2011 (0WT1)

Tiga gelar beruntun membuat Yamaha tidak melakukan perubahan, kecuali di sisi pembalap. Rossi keluar, masuk Ben Spies, pembalap Amerika untuk mendampingi Lorenzo. Tahun ini adalah tahun terakhir mesin 800cc. Mulai tahun 2012 nanti regulasi mesin kembali ke 1000cc.

evolusi yzr-m1

Namun, ternyata Yamaha salah perhitungan. Honda justru melakukan banyak ubahan pada RC212V termasuk dengan merekrut Casey Stoner dari Ducati. Hasilnya, Yamaha harus puas gagal mempertahankan gelar juara. Lorenzo hanya mengoleksi 3 kemenangan dan satu lagi diraih Spies. Di klasemen Lorenzo hanya menempati posisi kedua, pun demikian dengan klasemen konstruktor.

2012 (0WT3)

Era 1000cc. Yamaha tetap dengan konsistensi pengembangan M1, konsep evolusi. Aerodinamika M1 masih bagus apalagi sasis masih menjadi keunggulan, buat apa banyak berubah mungkin itu yang dibenak petinggi Yamaha.

evolusi yzr-m1

Tapi, ubahan tetap ada khususnya di sektor mesin. Power M1 kini bertambah menjadi 250 bhp. Wheelbase ditambah sehingga distribusi bobot motor juga berubah. Hasilnya, it’s work!

Lorenzo kembali merebut gelar juara dunia dengan 6 kemenangan. Sayang, performa Ben Spies loyo sehingga Yamaha kehilangan gelar konstruktor yang direbut Honda.

2013

Dengan kembalinya Rossi setelah dua musim mengecewakan di Ducati, Yamaha menyambut musim 2013 dengan percaya diri. Ubahan M1 masih sama tidak banyak. Duet Lorenzo-Rossi siap kembali membawa Yamaha melambung. Tapi, Honda punya sesuatu yang spesial di musim ini.

evolusi yzr-m1

Pertama adalah Marc Marquez dan kedua adalah Seamless Gearbox. Yamaha merespon dengan memasang seamless gearbox di M1 pada paruh musim. Hasilnya, Lorenzo mampu meraih kemenangan demi kemenangan. Namun, di klasemen akhir Lorenzo tetap harus mengakui keunggulan Marquez untuk merebut gelar juara di musim debutnya. 4 poin yang memisahkan keduanya.

Rossi? Hanya meraih 1 kemenangan, tapi ini sudah merupakan peningkatan sejak dua musim kelabu di Ducati

2014

Masih dengan konsep yang sama, tidak banyak ubahan pada YZR-M1 2014. Yamaha masih konsisten dengan menghindari ubahan radikal. Satu-satunya hal besar yang berubah adalah masuknya Movistar sebagai sponsor utama.

evolusi yzr-m1

Ubahan tetap dilakukan tapi sekedar pada bagian respon bukaan gas yang disempurnakan untuk menjinakkan mesin. Pengembangan seamless masih terus dilakukan. Tapi di sektor ini, Yamaha masih di belakang Honda.

Di tahun ini pula, Honda menemukan resep transmisi yang memungkinkan downshift dan upshift dilakukan secara mulus. Poin penting karena ini memberikan keunggulan Honda di pengereman dan corner enctry, sesuatu yang menjadi kelebihan Yamaha selama ini.

Hasilnya, Marquez mendominasi termasuk 10 kemenangan beruntun di 10 seri awal sari total 13 kemenangan di musim itu. Sedangkan, Rossi dan Lorenzo sama-sama mengoleksi 2 kemenangan, namun di klasemen Rossi posisi 2, Lorenzo 3.

2015

Performa mengecewakan Yamaha di musim sebelumnya, Yamaha kembali fokus. Tweak dilakukan pada sektor perubahan geometri, distribusi bobot, dan kekakuan sasis. Downshift yang buruk di musim 2014 disempurnakan untuk membantu stabilitas M1 saat melambat.

evolusi yzr-m1

Hasilnya, Rossi dan Lorenzo kembali mendominasi. Lorenzo tampil dengan 7 kemenangan, Rossi 4. Perebutan gelar berlangsung hingga seri terakhir dimana Lorenzo akhirnya hanya unggul 5 angka dari Rossi. Yamaha meraih triple crown lagi

2016

Jika motor MotoGP lain banyak mengalami perubahan dalam dekade terakhir, Yamaha tetap teguh berpegang pada formula yang sama. Hasilnya memang menjanjikan. Namun, regulasi baru di tahun ini membuat Yamaha harus kewalahan.

evolusi yzr-m1

Regulasi elektronik dan traksi kontrol yang seragam dengan satu ECU dari Magneti Marelli memaksa seluruh tim beradaptasi dengan cepat. Yamaha masih bisa beradaptasi dengan inovasi winglet yang membantu menambah downforce depan M1.

Regulasi baru ini membuat MotoGP makin menarik. Kemenangan tidak lagi didominasi Honda dan Yamaha saja. Ducati dan Suzuki juga merasakan menang. Bahkan, di musim ini sejarah mencatat seorang pembalap satelit mampu menang yakni Cal Crutchlow, bahkan dua kali Ia melakukannya. Dan di akhir musim ada 9 pembalap berbeda yang bisa menang, rekor baru.

Pada akhirnya, Marquez meraih juara dan titel ketiganya dalam 4 musim terakhir. Rossi dan Lorenzo saling mengalahkan dan menempati posisi 2 dan 3. Movistar Yamaha meraih gelar juara tim, namun konstruktor dipegang Honda

2017

Lagi-lagi Yamaha M1 2017 tidak menunjukkan perbedaan dengan tahun sebelumnya. Perbedaan paling nyata ada di sektor fairing dimana aero fairing mulai dikembangkan seiring dilarangnya winglet. Fairing M1 terlihat lebih berisi.

evolusi yzr-m1

Selain melarang winglet, Dorna juga membatasi ubahan fairing di musim berjalan. Akibatnya, tim-tim harus memakai komponen atau part terbaiknya sejak awal musim. Yamaha mulai keteteran di sini. Kendati sempat meraih dua kemenangan di dua seri perdana melalui pembalap barunya, Maverick Vinales, nyatanya Yamaha M1 terlihat inferior dibanding motor lain.

Kemenangan Rossi di Assen, kemenangan keempat Yamaha musim itu, menjadi awal dari periode kelam M1. Itu adalah kemenangan terakhir M1 sebelum akhirnya harus menunggu 25 seri kemudian untuk menang lagi. Rekor terburuk Yamaha di MotoGP.

Di klasemen, Rossi dan Vinales menempati posisi 5 dan 3. Bukan hanya Marquez dan Honda saja yang bisa mengalahkan Yamaha, Ducati melalui Andrea Dovizioso pun sudah melakukannya

2018

Musim yang ingin dilupakan Yamaha. Duet Rossi-Vinales yang tak berkutik sejak paruh kedua musim 2017 berlanjut di musim 2018. Kemenangan terasa sangat jauh. Yamaha M1 sama sekali tak berkutik saat bertarung dengan RC213V dan Desmosedici GP18. Bahkan, levelnya sudah disamakan oleh GSX-RR.

evolusi yzr-m1

Tercatat 25 seri Yamaha M1 tanpa kemenangan, angka ini bisa saja menjadi 26 jika seri Silverstone tidak dibatalkan. Terpuruk nyaris sepanjang musim, M1 mulai mampu bersaing di seri Thailand atau seri ke-15 dari 19 seri musim ini. Vinales finish ketiga, Rossi tepat di belakangnya. Dan, akhirnya Sirkuit Phillip Island menjadi saksi putusnya rekor 25 kali tanpa menang setelah Vinales berhasil naik podium teratas.

Di klasemen akhir, Rossi di posisi 3 dan Vinales 4. Keduanya hanya dipisahkan 5 angka saja. Gelar juara sudah digenggam Marquez sejak menang di Motegi, Jepang.

2019

Yamaha memasuki era baru di tahun ini. Movistar pergi digantikan Monster Energy sebagai sponsor utama. Imbasnya, livery M1 berubah menjadi lebih gelap berkat paduan warna hitam Monster (dominan) dengan biru gelap khas Yamaha.

evolusi yzr-m1

Dalam presentasi tim di Jakarta, 4 Februari lalu, Lin Jarvis menyebut M1 sudah mulai menemukan kecepatannya lagi sejak Thailand. Ia yakin saat ini M1 sudah berkembang dan tidak terlalu tertinggal terlalu jauh dibanding dengan kompetitor (tmcblog.com, 4/2/2019).

Konsep evolusi di M1 2019 masih lanjut, namun revolusi terjadi di sektor non teknis. Di Yamaha Jepang ada perubahan kunci dalam organisasi, dua orang baru Mr. Ito dan juga Mr. Tsumi masuk. Komunikasi antara Yamaha Jepang dengan divizi Eropa dikembangkan. Juga dibentuknya tim super test Eropa dimana mereka kini punya test rider pembalap Eropa pada sosok Jonas Folger.

Pembentukan divisi elektronik managemen grup di Italia juga merupakan bagian dari upaya Yamaha mengejar ketertinggalan.

Akhirnya selesai juga ngetiknya, cak. Big thanx to bennet.co.uk, motogp.com, tmcblog.com, motoblast.org, global.yamaha-motor.com,yamahamotogp.com

Advertisements