Espargaro: Tahun Lalu, Aprilia Salah Jalan!

Tahun Lalu, Aprilia Salah Jalan. Adalah Aleix Espargaro yang mengatakan setelah menjalani tes Sepang dengan cukup baik. Pembalap bernomor 41 itu menyebut RS-GP paket 2019 adalah motor yang seharusnya dikendarainya tahun lalu, bukan RS-GP 2018.

Bagi Espargaro, RS-GP 2910 merupakan evolusi dari RS-GP 2017. Dan, Ia mengatakan seharusnya RS-GP 2017 menjadi basis dari pengembangan motor 2018. Aprilia nampaknya menyadari itu dan terciptalah RS-GP 2019 yang punya rasa sama dengan 2017.

aprilia salah jalan

Espargaro bergabung dengan skuad Noale di musim 2017. Musim debutnya itu Ia langsung impresif dan mampu mengoleksi 62 poin. Finish terbaiknya dua kali di posisi 6 yakni di Qatar dan Aragon.

Di musim 2018 penampilannya menurun. Ia hanya mengoleksi 44 angka kendati masih bisa sekali finish ke-6 di Aragon. Namun, secara umum Espargaro terlihat lebih kepayahan dengan motornya.

Komentar Espargaro

“Motor 2018 benar-benar keluar dari jalur, sangat tidak tahu kenapa kami membangun motor itu. Tetapi motor 2019 evolusi dari 2017, berjalan pada arah yang sama,” ungkap Espargaro dilansir dari motorsport.com (11/2/2019).

“Saya menyukainya, dan inilah motor yang saya harapkan. Saya merasa hebat di atas motor, terutama posisi duduk,” tambahnya.

aprilia salah jalan

Mirip Lorenzo

Heemm… jadi ingat bagaimana posisi riding sangat menentukan hasil akhir seorang pembalap ya. Komentar Espargaro ini mirip dengan yang dialami Jorge Lorenzo saat di Ducati. Gara-gara ubahan tangki, posisi riding makin nyaman, kemenangan pun hadir. Untuk level berbeda, Espargaro juga mengalaminya.

aprilia salah jalan

Masih Kurang Power

Menyinggung hasil tes Sepang, kakak dari Pol Espargaro ini menganalisa jika RS-GP 2019 masih sangat lemah di sektor tenaga. Jadi, pengembangan ke depan seharusnya fokus ke sektor mesin.

“Langkah selanjutnya bagi saya adalah menemukan lebih banyak tenaga. Kami banyak bekerja dalam paket elektronik akhir pekan ini dan pada malam hari kami membandingkan banyak data dengan Romano (Albesiano) tentang gaya berkendara dan akselerasi saya,” ungkap Espargaro.

aprilia salah jalan

Sembari memuji sasis RS-GP yang bagus, Espargaro kemudian membandingkan torehan dirinya dengan 4 pembalap Ducati tercepat di Sepang kemarin, mutlak tenaga motor sangat dibutuhkannya.

Di Sepang kemarin, Espargaro menuntaskan sesi dengan best laptime 1:59,022 atau hanya tertinggal 0,783 detik dari sang pemuncak, Danilo Petrucci (motogp.com, 11/2/2019).

Advertisements