VR46 Academy Sudah Lahirkan Sosok Penakluk Rossi!

ktm indonesia

VR46 Academy Sudah Lahirkan Sosok Penakluk Rossi! Valentino Rossi mulai membagi ilmu balapnya di VR46 Riders Academy tahun 2013 silam. Relatif singkat, empat tahun waktu yang dibutuhkan the doctor untuk mencetak juara dunia. Bahkan, kini sang juara dunia sudah bisa menaklukkan sang mentor di kelas tertinggi.

Hebatnya lagi, gelar juara dunia kelas Moto2 tidak hanya sekali sekolah balap itu sukses melahirkan juara dunia. Adalah Franco Morbidelli yang melakukannya di kelas Moto2 tahun 2017. Bukan kebetulan, sebab musim berikutnya gelar juara masih dalam genggaman anak-anak VR46 Academy, kali ini Francesco ‘Pecco’ Bagnaia yang melanjutkan kejayaan VR46 Academy.

vr46 academy

Kini, di musim 2019 Pecco dan Morbidelli telah naik kelas dan berada satu frame dengan sang mentor. Guru dan dua murid itu kini berada pada kompetisi yang sama, kelas tertinggi balap grand prix, MotoGP 2019. Itu artinya, ketiganya sudah siap untuk saling mengalahkan.

Hasil akhir memang masih di penghujung tahun nanti. Namun, di pramusim ini si murid sudah mampu berada di depang sang guru. Di Sepang pekan lalu, Pecco menjadi yang tercepat. Ia mengantongi keunggulan 0,789 detik di depan Rossi. Morbidelli pun tak mau kalah dengan unggul 0,014 detik dari sang guru (motogp.com, 11/2/2019).

vr46 academy

Menanggapi kondisi tersebut, Rossi memiliki komentar yang menarik. Ia mengaku terkejut dengan keberhasilan akademi balapnya sudah mampu melahirkan pembalap yang sudah mengalahkannya. Tapi, di sisi lain Ia bangga dengan torehan tersebut.

Komentar Rossi

“Ya, Anda tahu, saat kami memulai proyek akademi ini, dengan Pecco dan Franco, kami tidak mengharapkan masalah ini, saya tak mengira pembalap kami tiba dan bertarung melawan saya,” ujar Rossi sambil tertawa seperti dikutip dari motorsport.com (11/2/2019).

vr46 academy

“Jadi di satu sisi saya sangat khawatir. Dari sisi lainnya, kami sangat senang karena akademi kami bekerja baik. Tapi sekarang seperti ini, kami membantu pembalap yang mungkin bisa mengalahkan saya,” tutupnya.

Guru Berhasil!

Jika dilihat dari sudut kompetisi, Rossi memang pantas khawatir dengan capaian muridnya itu. Apalagi, kondisi Yamaha M1 belum juga kembali ke performa juara. Di sisi lain, sang murid khususnya Pecco mendapatkan motor beringas yakni Desmosedici GP18, motor yang sudah berulang kali mengalahkan Yamaha M1 musim lalu.

vr46 academy

Tapi, dari sisi yang lain apa yang dicapai Pecco dan Morbidelli merupakan cermin keberhasilan Rossi menularkan ilmunya. Dengan pengalaman 9 kali juara dunia di semua kelas, Rossi tentu ingin sang murid bisa meneruskan jejaknya di kemudian hari. Guru disebut sukses jika muridnya bisa lebih sukses dari dirinya, bukan?

vr46 academy
Advertisements