Hanya Dikontrak Setahun, Musim Terakhir Syahrin?

ktm indonesia

Tampil prima di musim debutnya musim lalu, Hafizh Syahrin ternyata hanya dikontrak setahun saja oleh Tech 3 untuk musim 2019 ini. Namun, pembalap Malaysia itu tidak ambil pusing dan hanya fokus ke hasil. Woles ya, cak! Namun, Ia harus hati-hati jika tidak bisa jadi ini adalah musim terakhirnya di MotoGP.

Mendapat kontrak menggantikan Jonas Folger di Yamaha Tech 3 musim lalu, penampilan Syahrin ternyata melebihi ekspektasi. Menggeber Yamaha M1 2017, Syahrin mampu menjadi penantang serius Franco Morbidelli dalam perebutan gelar MotoGP Rookie Of the Year.

Ia menuntaskan musim 2018 sebagai Runner-up Rookie Of the Year, mengemas 46 poin. Ia bertahan di Tech 3 kendati timnya itu hengkang dari Yamaha menuju KTM. El Pescao diduetkan dengan rookie Miguel Oliveira di tim Red Bull KTM Tech 3 musim ini.

hafizh syahrin

Namun, posisi pembalap kelahiran 24 tahun silam itu tidak aman. Ia hanya dikontrak setahun. Pun demikian, Syahrin memilih tak ambil pusing dengan hal tersebut.

“Saya tak memiliki target pribadi saat ini, saya tak ingin menekan diri saya sendiri. Tapi kami berusaha untuk membawa merek ini ke puncak semaksimal mungkin, coba menikmati balapan, dan mendulang poin sebanyak mungkin. Saya berharap dapat menikmati musim 2019,” ungkap Syahrin dilansir dari motorsport.com (13/2/2019).

Prediksi

Dan memang sudah seharusnya Syahrin mulai menikmati musim keduanya di MotoGP ini. Pasalnya, posisinya memang benar-benar rawan jika melihat performanya sepanjang tes pramusim.

hafizh syahrin

Posisi Syahrin memang bukan rookie lagi, tapi dengan motor baru dari Yamaha ke KTM, membuat Syahrin mirip rookie. Ia harus kembali beradaptasi dengan perbedaan karakter kuda besi. Apalagi, RC16 bukanlah motor yang mudah dikendalikan layaknya Yamaha M1 yang memang sudah dikenal ‘ramah’ bagi pemula.

Sebaliknya, sang partner Miguel Oliveira, kendati berstatus rookie, namun pembalap Portugal itu merupakan pembalap binaan KTM. Tentunya, Ia sudah lebih paham karakter motor KTM, kendati RC16 tidak sama dengan motor Moto2 atau Moto3.

Syahrin akan sulit mengulang 46 poin di musim debutnya lalu di musim ini. Bahkan, bukan tidak mungkin Ia harus kerja sangat keras untuk sekedar finish di posisi 15 alias zona terakhir poin.

hafizh syahrin

Tapi, meskipun hal itu menjadi handicap besar, tapi jika Syahrin mampu menikmati balapan, kemudian meraih hasil maksimal, jelas peluang dipertahankan sangat besar.

Advertisements